Sabtu, Oktober 31, 2026

Porprov Jateng 2026 Catat 22 Atlet Dirujuk ke RS Akibat Patah Tulang Hingga Pendarahan, KONI Perlu Dievaluasi

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 diwarnai rentetan insiden yang menimpa para atlet. Hingga Kamis (29/10/2026), tercatat 157 kasus kesehatan selama kompetisi berlangsung. Dari jumlah tersebut, 22 kasus harus dirujuk ke rumah sakit akibat mengalami cedera serius, termasuk patah tulang hingga pendarahan.

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, mengungkapkan bahwa dari 157 kasus tersebut, sebanyak 121 atlet mendapatkan penanganan rawat jalan di pos kesehatan, 14 lainnya menjalani observasi, sedangkan 22 kasus membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit. Sejumlah cedera yang ditemukan di antaranya patah tulang hidung dan pendarahan pada bagian wajah. Beberapa kasus rujukan dilaporkan terjadi di Kota Salatiga.

Insiden lainnya juga dialami seorang atlet cabang olahraga catur yang mengalami luka robek di bagian kepala setelah terjatuh ketika beraktivitas di toilet. Elhamangto menegaskan kejadian tersebut tidak berkaitan dengan pertandingan catur. Rentetan insiden ini semakin menjadi perhatian karena Porprov Jateng 2026 juga diwarnai meninggalnya dua atlet, masing-masing dari cabang olahraga selam asal Jepara dan pencak silat asal Kota Semarang.

Menanggapi berbagai kejadian tersebut, Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso, menyatakan telah dilakukan evaluasi menyeluruh bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), tim delegasi, serta pengurus cabang olahraga. Evaluasi diarahkan pada perbaikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan atlet, termasuk rencana penambahan ambulans, dokter, dan tenaga paramedis di lokasi pertandingan.

Namun, rentetan cedera serius hingga jatuhnya korban jiwa memunculkan pertanyaan besar mengenai kesiapan penyelenggara dalam menjamin keselamatan atlet. Evaluasi tidak semestinya berhenti pada penambahan fasilitas medis dan perbaikan SOP. KONI Jawa Tengah juga perlu mempertanggungjawabkan sistem pengawasan, kesiapan pertandingan, serta standar keselamatan yang diterapkan. Sebab, Porprov seharusnya menjadi ajang pembinaan dan pencapaian prestasi, bukan justru menjadi ancaman bagi keselamatan para atlet.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.