JAKARTA — Dunia kuliner Tanah Air tengah menangis kehilangan salah satu pilar legendarisnya. Pendiri sekaligus pemilik jaringan rumah makan raksasa, Hj. Suharti, telah mengembuskan napas terakhirnya di usia 86 tahun pada Jumat (30/10/2026) malam pukul 23.21 WIB. Kabar duka ini diumumkan langsung dengan penuh haru oleh pihak keluarga melalui akun Instagram resmi @ayamgorengsuhartiofficial pada Sabtu (31/10/2026).
Di balik nama besar Ayam Goreng Suharti yang menggurita di berbagai kota, tersimpan kisah perjuangan berdarah-darah dari nol yang luar biasa. Berstatus sebagai cucu perintis ayam goreng Kalasan, Mbok Berek, tak lantas membuat Suharti bermanja diri.
Pada tahun 1956, ia nekat terjun merintis usahanya sendiri. Hanya bermodalkan sepeda tua dan bakul besar, Suharti rela mengayuh sepeda menjajakan ayam goreng racikannya keliling rute Yogyakarta hingga Surakarta.
Roda nasib mulai berputar pesat usai dirinya menikah dengan Sachlan Prato Hardjono pada 1961. Mereka bahu-membahu menabung hasil jualan keliling—yang perlahan naik kelas menggunakan skuter—hingga akhirnya mampu membeli lahan seluas 900 meter persegi di Maguwoharjo. Pada 1970, rumah makan perdananya resmi berdiri.
Dengan sangat percaya diri, ia menolak bernaung di bawah nama besar neneknya dan memilih mengibarkan bendera “Ayam Goreng Suharti” karena merasa pelanggannya sudah sangat mengenali racikan tangannya.
Namun, badai dahsyat menghantam di tengah kesuksesan. Pernikahannya dengan Sachlan kandas dan berujung pada pecah kongsi kerajaan bisnis yang telah dibangun puluhan tahun. Sang mantan suami menjalankan cabang di Jakarta dengan nama “Ayam Goreng Ny Suharti”. Menolak hancur karena perpisahan, Suharti memilih bangkit.
“Di manapun, tanpa apapun aku bisa hidup, pengertian itu yang akhirnya kembali saya pegang,” tegas Suharti kala itu.
Ia membuktikan ketangguhannya dengan mematenkan merek “Rumah Makan Ayam Goreng Suharti” pada 1992 dan memajang foto wajahnya sendiri sebagai logo ikonik. Kini, sang legenda telah berpulang, namun warisan rasa dan semangat pantang menyerahnya akan terus hidup.