JAKARTA — Pusaran mega-skandal penyadapan ilegal yang dikendalikan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Cs kini memicu kepanikan massal di tingkat elite. Jagat media sosial dan grup-grup WhatsApp mendadak geger dengan bocornya daftar 43 nama tokoh nasional yang diduga kuat menjadi korban spionase tingkat tinggi ini.
Tak tanggung-tanggung, nama-nama yang masuk dalam “daftar hitam” tersebut berisi deretan tokoh VVIP lintas kubu, mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pimpinan partai, konglomerat, aktivis, hingga tokoh agama sekelas Habib Rizieq dan Habib Bahar.
Kepanikan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Bareskrim Polri memang telah membongkar operasi penyadapan mengerikan yang menyalahgunakan Lawful Interception Management System (LIMS) pada periode 2025–2026. Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menegaskan luasnya jangkauan operasi senyap yang diarsiteki Listyo Sigit, Irjen Ahrie Sonta, dan Irjen Eko Hadi Santoso.
“Terhadap para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural atau illegal tapping terhadap nomor telepon Presiden Republik Indonesia, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, kemudian media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha,” kata Asep dalam konferensi pers di Mabes Polri.
Para pelaku bahkan diketahui sempat menghapus file di server LIMS pada Oktober 2026 demi menghilangkan jejak kotor mereka.
Merespons kasak-kusuk ini, Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut praktik liar ini sebagai ancaman serius terhadap keamanan negara. Meski Bareskrim belum mengumumkan secara resmi rincian identitas korban, beredarnya 43 nama ini telah menjadi bola liar yang membakar tensi politik nasional.
Berikut adalah 43 nama yang saat ini viral beredar di media sosial dan grup WhatsApp sebagai terduga target penyadapan:
- Prabowo
- SBY
- Megawati
- Surya Paloh
- Dasco
- Sjafrie
- Hasto
- Imin
- Bahlil
- Zulhas
- Ganjar
- Rocky Gerung
- Isam
- AHY
- Habib Rizieq
- Habib Bahar
- Gatot
- Sugiono
- Karni Ilyas
- Akhyar
- Hadir
- Jejer Zainudin
- Japto
- Mualem
- Hercules
- JK
- Malik Mahmud Al-Haythar
- Nasrudin Umar
- HT
- A. Barier
- Edy Kusnadi
- CT
- PK Omong
- D. Iskan
- Riady
- ET
- A. Muzani
- U. Hamid
- Asfinawati
- Farwiza Farhan
- Teten Masduki
- S. Iqbal
- M. Isnur
Daftar tersebut merupakan informasi yang beredar liar di ruang digital dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Bareskrim Polri sebagai alat bukti penyidikan