Jumat, November 6, 2026

Skakmat di Ruang Sidang! Dicecar Kubu Roy Suryo Soal Listyo Sigit, Jokowi: Saya Keberatan Menjawab!

JAKARTA — Ketegangan memuncak di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026). Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo mendadak berubah menjadi arena ‘pembantaian’ psikologis. 

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir sebagai saksi dicecar habis-habisan oleh kuasa hukum Roy Suryo, yang dengan cerdik menyeret nama Jenderal Listyo Sigit Prabowo—mantan Kapolri yang baru saja ditahan akibat mega-skandal penyadapan Presiden Prabowo.

Adu urat saraf ini bermula saat Jokowi menegaskan keaslian ijazahnya dari SD hingga S1 UGM. “Ijazah saya, sekali lagi, hanya ijazah S-1 satu, SMA juga satu, SMP juga satu, SD juga satu,” tegas Jokowi, seraya mengklaim bukti tersebut telah lolos uji laboratorium forensik Polri. 

Menemukan celah, kubu Roy Suryo langsung melancarkan serangan mematikan dengan menanyakan siapa pimpinan Polri saat ijazah itu diuji. Sempat berkelit dengan menjawab, “Yang Mulia, saya kira kita tahu semuanya,” Jokowi akhirnya tak berkutik dan terpaksa menyebut nama, “Pak Listyo Sigit,” setelah pengacara mendesak agar jawabannya dicatat sebagai fakta persidangan.

Suasana sidang makin tak terkendali ketika pengacara Roy Suryo melemparkan jebakan lanjutan, mempertanyakan apakah Jokowi sendiri yang melantik Listyo sebagai Kapolri. Sontak, jaksa penuntut umum langsung mengamuk dan melayangkan protes keras. 

“Mohon izin Majelis, keberatan dengan relevansi dengan pokok perkara, Majelis. Tidak ada kaitan dengan pokok perkara,” potong jaksa. Merasa tersudut, Jokowi merespons dingin, “Saya keberatan menjawab, Yang Mulia, karena semua orang juga sudah tahu.”

Hakim pun terpaksa turun tangan mendinginkan suasana, memperingatkan kubu Roy agar tidak memutarbalikkan pertanyaan, membuat rancu, maupun menekan saksi. Manuver pengacara Roy ini seolah sengaja membuka kembali memori publik tentang kedekatan Jokowi dan Listyo yang terbangun sejak 2014, mulai dari ajudan presiden hingga melesat jadi calon tunggal Kapolri pada 2021. Ironisnya, jenderal ‘emas’ kesayangan itu kini meringkuk di Rutan Mabes Polri sebagai tersangka utama sindikat spionase Istana.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.