Pagi ini Pengadilan Negeri Jakarta Timur berubah jadi panggung paling panas di Indonesia. Presiden ke-7 RI Joko Widodo datang langsung sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.
Ia tiba sekitar pukul 08.30 WIB dengan batik cokelat dan peci hitam, dikawal ribuan aparat dan disambut pendukung yang sudah memadati area pengadilan sejak pagi.Begitu ditanya wartawan soal dokumen yang dibawanya, Jokowi menjawab singkat tapi menohok.
“Bawa semua,” kata Jokowi saat tiba di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Kuasa hukumnya menegaskan Jokowi siap menunjukkan ijazah dari jenjang SD hingga S1 jika diminta jaksa atau majelis hakim. Di ruang sidang, Jokowi menjalani sumpah saksi di hadapan Ketua Majelis Hakim Christina Endarwati sebelum memberi keterangan.Puncak kesaksian terjadi saat Jokowi mempersoalkan logika tudingan yang selama ini menyerangnya.
“Belum pernah melihat, kok sudah bisa menyimpulkan. Saya tidak mengerti logikanya bagaimana,” kata Jokowi di ruang sidang, Kamis (5/11/2026).
Menurut Jokowi, ijazah yang dituduhkan palsu adalah ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Ia juga menyebut ijazah SMA dan S1 miliknya telah disita penyidik Polda Metro Jaya untuk kepentingan pengujian di laboratorium forensik.
Jokowi lalu membuka kronologi awal mula ia mengetahui tudingan itu. Ia mengaku pertama kali diperlihatkan tiga unggahan pada 20 Maret 2025 oleh ajudannya, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, saat berada di dalam mobil di sekitar Jalan HR Rasuna Said.
“Dua video, Yang Mulia, dan satu di X. Tapi yang dua video linknya sudah hilang, Yang Mulia. Baik, terkait dengan… tinggal yang ada di X masih,” kata Jokowi di persidangan.
Ia menyebut total 31 video yang mempersoalkan ijazahnya telah diserahkan kepada kepolisian.Yang bikin publik makin heboh, Jokowi menyebut tudingan itu sudah menghantuinya lebih dari dua tahun di berbagai panggung.
“Yang saya lihat sudah lebih dari dua tahun di iNews Rakyat Bersuara, TV One ILC, Sentana TV, di Abraham Samad Speak Up, di Facebook, di X, di YouTube. Hampir semua isinya tuduhan ijazah palsu tersebut,” kata Jokowi.
Di sisi lain, kubu Roy Suryo disebut menyiapkan lebih dari 500 pertanyaan untuk menguji keterangan Jokowi, jadi sidang ini jelas belum selesai dalam satu babak.Warganet pun langsung terbelah dua kubu di media sosial. Pendukung Jokowi menyebut kesaksian ini sebagai tamparan telak bagi para penuduh, sementara pendukung Roy Suryo bersikeras pembuktian dokumen harus diuji sampai tuntas di persidangan.
Sampai berita ini ditulis, Jokowi dijadwalkan kembali bersaksi pada siang harinya dalam sidang terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, dan pengadilan membatasi pengunjung ruang sidang hingga 80 orang dengan 6.770 personel gabungan TNI-Polri disiagakan.