JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi anggaran terbesar dalam RAPBN 2027, yakni Rp240,2 triliun. Namun, ekonom menyoroti realisasi belanja BGN yang dalam dua tahun terakhir belum mencapai pagu yang ditetapkan.
Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, mengatakan anggaran BGN memang turun dari Rp268 triliun pada APBN 2026, tetapi tetap menjadi yang terbesar di antara kementerian/lembaga.
Pada 2025, BGN mendapat anggaran Rp71 triliun, namun realisasinya hanya Rp51,59 triliun atau 72,66 persen. Sementara pada 2026, dari alokasi Rp268 triliun, outlook realisasi diproyeksikan sekitar Rp214 triliun atau 74,83 persen, menyisakan selisih sekitar Rp54 triliun.
“Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai yang terbesar, mencapai Rp240 triliun. Meski nilainya turun dari Rp268 triliun pada APBN 2026, namun masih mempertahankan posisi pertama,” ujar Awalil, Rabu (18/8/2026).
Dalam RAPBN 2027, BGN disusul Kementerian Pertahanan Rp189 triliun, Polri Rp139,2 triliun, Kementerian Pekerjaan Umum Rp114,59 triliun, dan Kementerian Kesehatan Rp102,12 triliun.
Awalil mengingatkan, besarnya alokasi belum tentu mencerminkan realisasi belanja. Kementerian Pertahanan misalnya, pada 2025 mendapat pagu Rp166,26 triliun tetapi realisasinya mencapai Rp348,94 triliun atau 209,87 persen.
Karena itu, menurutnya, posisi BGN sebagai penerima anggaran terbesar pada 2027 belum tentu membuatnya menjadi lembaga dengan realisasi belanja terbesar. Pemerintah tetap perlu memastikan anggaran tersebut terserap secara optimal dan memberikan hasil sesuai target.