Kamis, Juli 30, 2026

Bikin Heboh, Ucapan Dasco Soal Logo Kancil Picu Spekulasi Sindiran ke PSI

Dunia politik kembali dibikin heboh dengan banyolan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad soal logo partai.

Ya pernyataan Sufmi Dasco terkait perubahan logo yang ramai dikaitkan dengan logo baru PSI, menuai beragam tanggapan publik.

Pernyataan Ketua Dewan Penasihat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Sufmi Dasco Ahmad, mengenai “ganti logo jadi kancil” memicu berbagai reaksi dan ramai dikaitkan sebagai sindiran terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Lelucon itu disampaikan Dasco dalam pidato penutupan Kongres I Gekrafs di Dome Spark, Senayan, Jakarta, Sabtu (19/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dasco sempat berseloroh bahwa ia mengecek apakah logo Gekrafs berubah menjadi kancil atau tidak.

Menariknya, pernyataan itu muncul bertepatan dengan hari digelarnya Kongres I PSI di Solo, Jawa Tengah—di mana partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, resmi mengganti logo menjadi gambar gajah.

Meski memicu spekulasi soal maksud pernyataan Dasco, ajakan untuk meredakan tensi politik disampaikan oleh Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad.

Namun, Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menyebut komentar Dasco hanyalah gurauan ringan di tengah meningkatnya suhu politik nasional, tanpa maksud menyindir atau menyerang pihak manapun.

Antony menekankan pentingnya kedewasaan dalam menyikapi dinamika politik. Menurutnya, publik dan elite politik perlu mampu membedakan antara pernyataan serius dan candaan yang bertujuan mencairkan suasana.

“Kalau semua dilihat dari kacamata curiga, habis energi kita untuk ribut,” ujarnya.

Logo baru PSI yang memicu perbincangan publik justru dianggap sebagai bagian dari ekspresi dalam demokrasi yang hidup. Antony mengingatkan bahwa desain logo seharusnya menjadi urusan internal partai, dan tidak perlu dikaitkan dengan konflik antar kelompok atau faksi politik.

Ia juga mendorong semua pihak untuk mengedepankan akal sehat dan proporsionalitas dalam merespons isu-isu politik yang bersifat simbolik.

Penegasan ini menjadi pengingat bahwa dalam iklim demokrasi, kebebasan berpendapat memang penting, namun perlu diimbangi dengan kebijaksanaan dalam menilai konteks.

Fokus utama, menurut Antony, sebaiknya diarahkan pada hal-hal yang substansial, seperti program kerja, gagasan kebangsaan, dan solusi konkret untuk kesejahteraan rakyat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.