Jumat, September 4, 2026

Cegah Stunting dari Meja Makan, Pemkab Kediri Dorong Keluarga Rajin Konsumsi Ikan

Upaya mencegah stunting di Kabupaten Kediri terus didorong dari lingkungan keluarga. Salah satunya dengan mengajak masyarakat membiasakan konsumsi ikan sebagai sumber protein dan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sekaligus Kelas Pengasuhan Balita di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kamis (3/9).

Kegiatan tersebut menyasar keluarga yang memiliki balita hingga ibu hamil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri mengejar target zero growth stunting yang menjadi salah satu perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga pola pengasuhan anak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Melalui kegiatan hari ini, kami ingin menguatkan dua kunci utama dalam pencegahan stunting,” kata Dewi yang juga menjabat Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Kediri.

Ia menjelaskan, ikan memiliki kandungan protein hewani, omega 3, serta berbagai zat gizi mikro yang penting bagi pertumbuhan anak. Asupan tersebut terutama dibutuhkan selama periode 1.000 hari pertama kehidupan.

Tak hanya memberikan edukasi, Pemkab Kediri juga membagikan 120 paket olahan ikan kepada kelompok sasaran. Paket tersebut diberikan kepada balita, anak stunting, anak wasting, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid menjelaskan, paket yang dibagikan berisi berbagai olahan berbahan ikan, mulai dari filet ikan lele, abon lele, nugget, hingga kulit ikan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong perubahan kebiasaan makan di tingkat keluarga.

“Semoga nanti dengan kegiatan ini juga akan menumbuhkan rajin makan ikan, minimal 1 minggu makan ikan itu dua kali,” ucap Nur Hafid.

Selain kampanye makan ikan, Kelas Pengasuhan Balita memberikan pembekalan kepada keluarga mengenai pola asuh, pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, stimulasi tumbuh kembang, serta pentingnya menjaga kebersihan. 

Edukasi tersebut diharapkan memperkuat peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.

Kalau mau, saya bisa lanjut buatkan 3 inti points singkat dari artikel ini.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.