JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,473 triliun untuk tahun 2027. Tambahan tersebut dibutuhkan untuk mendukung berbagai kegiatan statistik, termasuk pemutakhiran sejumlah survei.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan usulan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Pada 2027, BPS telah mendapat pagu anggaran sekitar Rp6,47 triliun. Namun, Amalia menilai anggaran tersebut belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan agar kegiatan statistik dapat berjalan secara optimal.
“Teralokasi di dalam pagu anggaran 2027 dalam nota keuangan ini belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan anggaran yang harus kami peroleh supaya kami bisa berjalan secara optimal,” kata Amalia dalam rapat.
Karena itu, BPS mengajukan tambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kegiatan statistik pada tahun depan.
Salah satu kebutuhan tersebut berkaitan dengan pemutakhiran survei biaya hidup yang dijadwalkan pada 2027.
Amalia menyebut survei tersebut akan dilakukan secara lebih luas dengan sasaran seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Menurutnya, pemutakhiran survei tersebut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan data statistik yang akurat untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah.