KALIMANTAN TENGAH — Perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menyisakan duka. Dua relawan pemadam kebakaran meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat bertugas di tengah panas dan kepungan asap.
Relawan yang terbaru meninggal dunia adalah Ahmadin alias Itam Madin, anggota Damkar Huma Singgah Itah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Ia sempat dirawat di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun karena mengalami sesak napas setelah terpapar asap selama bertugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut kepergian Ahmadin menjadi duka bagi keluarga dan rekan-rekan sesama relawan.
Sebelumnya, dua anggota Satgas Karhutla juga sempat mendapat perawatan akibat gangguan kesehatan. Salah satunya masih menjalani perawatan.
Duka juga datang dari Kota Palangka Raya. Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, meninggal dunia setelah enam hari menjalani perawatan di RS Betang Pambelum.
Rizani sebelumnya mengalami kondisi drop saat memadamkan kebakaran lahan di Jalan Rungan. Ia kemudian dievakuasi rekan-rekannya untuk mendapat pertolongan medis dan meninggal pada Kamis (27/8/2026).
Meninggalnya dua relawan ini menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi petugas karhutla. Mereka bekerja di tengah panas, asap pekat, medan sulit, hingga keterbatasan sumber air.
Karena itu, selain pemadaman, keselamatan dan kesehatan para petugas di lapangan juga perlu menjadi perhatian utama.