Minggu, Juni 14, 2026

Dua Pesepak Bola Palestina Tewas Diserang Israel, FIFA Dikritik Bungkam

Dunia sepak bola kembali berduka setelah dua pemain muda Palestina, Mustafa Mit dan Abdullah Mazen Hawila, dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel saat sedang mengantre bantuan makanan di Gaza. Insiden tragis ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan wilayah Palestina pada pertengahan Juni 2025.

Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) menyampaikan kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu, 21 Juni 2025. PFA menyebut, “Dua pemain muda Palestina tewas oleh tentara Israel saat mengantre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan,”.

Serangan militer Israel tidak hanya menewaskan atlet, tapi juga merusak fasilitas olahraga. Stadion Faisal Al-Husseini—markas latihan timnas Palestina—menjadi salah satu sasaran. Sebagian rumput stadion terbakar akibat serangan yang disebut menggunakan gas air mata. PFA menegaskan bahwa ini bukan kali pertama markas mereka diserang.

“Sejak 7 Oktober, Israel telah menghancurkan secara total atau sebagian dari 10 stadion sepak bola di Gaza, dan menewaskan ratusan pemain sepak bola,” tulis PFA. Mereka juga melaporkan bahwa para pemain Palestina di Tepi Barat sering mengalami penghinaan dan kekerasan di pos pemeriksaan, bahkan beberapa stadion dijadikan pusat penahanan.

PFA resmi mengajukan permintaan kepada FIFA pada 17 Juni 2025 agar menjatuhkan sanksi terhadap Israel. Mereka menuntut agar FIFA dan otoritas sepak bola dunia tidak tinggal diam terhadap serangan yang mengancam keselamatan pemain dan menghancurkan sarana olahraga.

Namun hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan atau keputusan resmi atas permintaan PFA. Hal ini memunculkan kritik dari berbagai pihak yang menilai FIFA bersikap pasif terhadap tragedi yang menimpa sepak bola Palestina, terutama jika dibandingkan dengan sanksi keras yang pernah dijatuhkan kepada Rusia atas invasi ke Ukraina.

Meskipun berada dalam kondisi konflik yang terus memburuk, tim nasional Palestina tetap menunjukkan semangat juang tinggi. Mereka berhasil menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, meski akhirnya gagal melaju ke babak keempat setelah bermain imbang melawan Oman akibat penalti di menit akhir.

Tragedi ini menambah panjang daftar korban dari kalangan atlet yang gugur di tengah konflik, dengan lebih dari 200 pemain sepak bola Palestina dilaporkan telah tewas sejak 2023. PFA menegaskan bahwa kejahatan serius terhadap olahraga seperti ini harus dijatuhi sanksi, agar dunia sepak bola tidak menjadi korban dari agresi militer.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.