Rabu, Mei 27, 2026

Gus Baha: Ikhlas sebagai Logika Tertinggi Manusia

MELIHAT INDONESIA – Pemikiran Gus Baha tentang konsep ikhlas sebagai logika tertinggi manusia cukup menarik.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang, ikhlas mendorong manusia untuk berpikir secara objektif dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan harta benda.

Mengutip kanal YouTube @AlGhifari27, Gus Baha menegaskan bahwa sikap ikhlas tidak hanya sekadar memberikan uang kepada fakir miskin, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memandang kepemilikan dan penggunaan harta benda pribadi.

“Jika seseorang memiliki uang sejuta rupiah dan memberikannya kepada fakir miskin dengan ikhlas, ia tidak lagi merasa bahwa uang tersebut adalah miliknya secara eksklusif,” kata Gus Baha memberikan contoh.

“Sebaliknya, ia menyadari bahwa kemampuan untuk menghasilkan uang tersebut juga adalah anugerah dari Allah,” lanjutnya.

“Kamu merasa itu uangmu, itu namanya tidak tidak rasional. Tangan kaki, semuanya milik Allah SWT,” terangnya.

Menyandarkan argumennya pada ayat Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 189, Gus Baha menekankan bahwa segala sesuatu, termasuk kekayaan dan kekuasaan, adalah milik Allah semata.

Ayat tersebut menggarisbawahi bahwa Allah-lah yang memiliki kekuasaan atas langit dan bumi, serta atas segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Kesimpulannya, Gus Baha mengajak umat Islam untuk merenungkan betapa pentingnya menginternalisasi nilai-nilai ikhlas dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan memahami bahwa segala yang dimiliki adalah amanah, seseorang dapat mengembangkan sikap yang lebih bermakna dalam berinteraksi dengan sesama dan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.