Rabu, Mei 27, 2026

Gus Baha,Renungkan Kedalaman Cinta kepada Allah SWT

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Dalam sebuah refleksi mendalam di kanal YouTube @gusbahaofficial99, Gus Baha mengajukan pertanyaan filosofis yang menyoroti esensi dari cinta kepada Allah.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim memotivasi para jemaah untuk merenungkan mengapa manusia seringkali lebih mudah mencintai sesama yang memberikan manfaat langsung dalam jangka waktu tertentu, namun sulit untuk menunjukkan rasa cinta kepada Allah yang telah memberikan segala anugerah seperti kehidupan, udara, air, dan bumi.

Gus Baha mengajak umat untuk mengeksplorasi kedalaman cinta kepada Sang Pencipta, yang seharusnya melebihi cinta kepada sesama manusia atau benda-benda materi.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menghargai dan mengungkapkan cinta kepada Allah dalam segala aspek kehidupan, sebagai bentuk syukur atas semua nikmat-Nya yang tak ternilai.

“Dalam kehidupan ini, apakah kita dengan mudah mencintai mereka yang memberikan kita segala sesuatu secara cuma-cuma?” ujarnya, memberikan analogi yang kuat dalam tayangan video.

Gus Baha menyoroti betapa relatif mudahnya kita mencintai orang yang memberi manfaat langsung dalam waktu tertentu. Namun, ia mempertanyakan mengapa kita tidak segera mencintai Allah, yang memberi kita segala anugerah seperti bumi, air, dan udara yang kita butuhkan untuk hidup.

“Mengapa kita tidak mudah mencintai Allah yang memberikan kita segala sesuatu tanpa batas?” tanya Gus Baha dengan tegas.

Gus Baha menegaskan bahwa bagi orang mukmin, mencintai Allah seharusnya menjadi hal yang alami. “Jika kita mudah mencintai mereka yang memberi kita manfaat dalam setahun, mengapa tidak mudah mencintai Allah yang memberi kita segala sesuatu tanpa henti?” katanya.

Dalam seruannya, Gus Baha mengajak jemaahnya untuk merenungkan makna sejati dari cinta kepada Allah. “Orang mukmin seharusnya mudah mencintai Allah. Jika kita mudah mencintai orang yang berjasa kepada kita, kenapa tidak mudah mencintai Allah yang jasanya jauh lebih besar?” ujarnya.

Gus Baha juga menyoroti pentingnya mengakui nikmat Allah yang tak terhingga. “Allah memberi kita segala yang kita butuhkan tanpa kita meminta. Mengapa kita tidak menghargai-Nya dengan cinta yang tulus dan mendalam?” tandasnya.

“Kita perlu belajar mencintai Allah dengan sepenuh hati, karena itulah bukti dari iman yang sejati,” pungkas Gus Baha. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.