Upaya peningkatan infrastruktur terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, salah satunya melalui perbaikan ruas Jalan Rawaseneng–Tlogopucang di Kecamatan Kandangan.
Proyek strategis ini didanai melalui APBD Perubahan 2025 dengan target peningkatan akses jalan sepanjang 3,3 kilometer dan nilai anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, turun langsung meninjau pelaksanaan pekerjaan tersebut pada Minggu sembari menegaskan pentingnya rehabilitasi karena kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Kondisi awal rusak parah, sudah seperti kali asat. Terakhir dibangun tahun 2006, jadi sudah 17 tahun,” katanya.
Ia menjelaskan dana sebesar Rp1,8 miliar lebih berasal dari APBD Perubahan 2025. Dana itu hasil pengalihan anggaran pembelian mobil dinas dan rencana pembangunan greenhouse.
“Karena aksesibilitas masyarakat lebih penting, maka greenhouse kita tunda ke 2026,” jelasnya.
Ia berharap pembangunan jalan ini dapat meningkatkan mobilitas warga Desa Tlogopucang menuju desa maupun kecamatan lain.
Bupati menambahkan bahwa pembangunan jalan menuju wilayah Ngoho (Kabupaten Semarang) akan mulai dicicil pada 2026 meski kemungkinan belum selesai sepenuhnya. Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan bersama agar kualitas jalan tetap terjaga.
”Aspal sekuat apapun kalau dilawan air setiap hari pasti akan terkikis. Harapannya masyarakat ikut merawat. Dan jika saluran air mampet bisa segera dibersihkan,” pesannya.
Pelaksana proyek, Erick Yudho Wibowo, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan melalui paket rehabilitasi jalan dengan panjang efektif 3.365 meter.
Pekerjaan meliputi perbaikan campuran aspal panas, pembangunan saluran drainase, pengembalian kondisi bahu jalan, dan pemasangan batu talut pada titik-titik tertentu.
”Lalu ada pekerjaan utama berupa overlay satu lapis AUS AC-WC setebal 4 cm sesuai standar Bina Marga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa metode overlay dipilih karena lebih cepat memulihkan kondisi jalan dibandingkan metode beton.
”Kita mulai pekerjaan overlay hari ini. Perkiraan waktu overlay 3–4 hari. Durasi kontrak dari 7 November sampai 21 Desember, total 45 hari kalender,” katanya.
Terkait ketahanan, struktur perkerasan aspal diproyeksikan mampu bertahan hingga 10 tahun dengan masa pemeliharaan 185 hari setelah kontrak selesai hingga 19 Juni 2026.