Rabu, Mei 27, 2026

Jangan Anggap Remeh! Buya Yahya Ungkap Bahaya Malas Sholat

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Sholat adalah ibadah yang langsung diperintahkan oleh Allah kepada umat Islam. Namun, kenyataannya masih banyak yang merasa berat untuk menunaikannya. Padahal, sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah.

Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, mengingatkan bahwa malas sholat bukan masalah sepele. Menurutnya, rasa malas ini bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan tanda lemahnya hubungan seseorang dengan Allah.

Dalam ceramahnya, yang dikutip dari kanal YouTube @buyayahyaofficial, Buya Yahya menegaskan bahwa seseorang yang berat menunaikan sholat sedang mengalami masalah spiritual. “Kalau hati masih malas untuk sholat, berarti ada yang perlu diperbaiki dalam hubungan kita dengan Allah,” tuturnya.

Buya Yahya menjelaskan bahwa sholat adalah tanda cinta Allah kepada seorang hamba. Mereka yang dicintai Allah akan merasa ringan dalam menjalankan sholat. Sebaliknya, jika seseorang merasa berat untuk sholat, itu bisa menjadi pertanda bahwa Allah sedang menguji atau bahkan menjauhinya.

“Jangan merasa sudah baik jika sholat saja masih sering ditinggalkan. Sholat itu wajib, dan sangat ringan jika hati kita terbuka menerima perintah Allah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk menunda-nunda sholat. “Mau dalam kondisi apa pun, sholat tetap wajib. Jangan menunggu waktu luang, tapi luangkan waktu untuk sholat,” ujarnya.

Menurutnya, malas sholat bisa disebabkan oleh kecintaan berlebihan pada dunia. Ketika seseorang lebih sibuk dengan urusan dunia dan melupakan akhirat, maka sholat pun terasa berat.

Ia juga mengingatkan bahwa meninggalkan sholat bukan perkara kecil. Dalam Islam, sholat adalah pembeda antara seorang Muslim dengan orang yang tidak beriman. “Kalau kita mengaku Muslim tapi masih sering meninggalkan sholat, itu perlu dipertanyakan keimanan kita,” katanya.

Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًۭا مَّوْقُوتًۭا

“Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)

Buya Yahya menekankan bahwa sholat bukan hanya rutinitas, tetapi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Seorang Muslim yang rajin sholat akan mendapatkan ketenangan dalam hidupnya.

Sebaliknya, orang yang meninggalkan sholat akan merasakan dampak buruk. Hidup menjadi tidak tenang, hati gelisah, dan keberkahan pun berkurang. “Jangan heran kalau hidup terasa sulit jika sholat masih sering ditinggalkan,” tegasnya.

Buya Yahya juga mengingatkan agar tidak menunda taubat. Jika selama ini masih sering malas sholat, maka saatnya memperbaiki diri. “Jangan tunggu nanti, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput,” ujarnya.

Menurutnya, kunci agar istiqomah dalam sholat adalah melatih diri dan berdoa agar dimudahkan dalam menjalankan ibadah. “Minta kepada Allah agar kita dimudahkan dalam sholat. Jangan merasa cukup dengan keadaan kita sekarang,” katanya.

Ia juga menyarankan agar setiap Muslim melihat sholat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Jika seseorang memahami bahwa sholat adalah komunikasi langsung dengan Allah, maka ia akan merasa lebih ringan dalam melaksanakannya.

Buya Yahya menutup nasihatnya dengan mengingatkan bahwa tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk meninggalkan sholat. “Kalau kita ingin hidup penuh berkah dan mendapatkan cinta Allah, maka sholat harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita,” pungkasnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.