Rabu, Mei 27, 2026

Jangan Sampai Keliru! Ini Cara Pasti Menentukan Waktu Berbuka Puasa, Adzan apa Jadwal Imsakiyah?

MELIHAT INDONESIA, CIREBON – Saat azan maghrib berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka. Namun, bagaimana jika seseorang berada di tempat yang jauh dari masjid dan tidak bisa mendengar suara azan? Apakah cukup hanya mengandalkan jadwal imsakiyah di ponsel?

Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan penjelasan terkait hal ini. Menurutnya, berbuka puasa harus didasarkan pada kepastian masuknya waktu maghrib. Jika seseorang ragu, maka ia tidak boleh terburu-buru membatalkan puasanya.

Haruskah Menunggu Azan atau Bisa Pakai Jadwal?

Dalam sebuah pengajian, seorang jamaah dari Bandung bertanya kepada Buya Yahya. Ia mengeluhkan sulitnya mendengar azan maghrib karena minimnya jumlah masjid di daerahnya. Lantas, bolehkah ia berbuka hanya berdasarkan jadwal imsakiyah yang ada di ponsel?

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube @albahjah-tv, Buya Yahya menjawab bahwa seseorang boleh berbuka jika sudah yakin bahwa waktu maghrib telah masuk. Keyakinan ini bisa diperoleh melalui beberapa metode yang dapat dipercaya.

“Jadwal imsakiyah itu dibuat berdasarkan perhitungan astronomi yang akurat. Jadi, boleh dijadikan pedoman. Namun, kalau ada kesempatan mendengar azan dari masjid atau mushola, itu lebih utama,” ujar Buya Yahya.

Jangan Berbuka Sembarangan, Pastikan dengan Metode yang Benar

Menentukan waktu berbuka harus dilakukan dengan cermat. Dalam Islam, sesuatu yang berkaitan dengan ibadah harus didasari dalil yang jelas. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an:

ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ
“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu berbuka adalah ketika malam tiba, yang dalam syariat Islam ditandai dengan terbenamnya matahari. Oleh karena itu, umat Islam perlu memastikan masuknya waktu maghrib dengan metode yang benar.

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan:
Mendengar azan maghrib dari masjid terdekat.
Melihat matahari terbenam, jika kondisi memungkinkan.
Mengikuti jadwal imsakiyah yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Menggunakan aplikasi waktu sholat yang memberikan notifikasi akurat.

Jika seseorang sudah memiliki kepastian, maka berbuka hukumnya sah. Namun, jika masih ragu dan hanya mengira-ngira, maka lebih baik menunggu kepastian agar puasanya tidak batal.

Berbuka Tepat Waktu, Jangan Ditunda!

Menyegerakan berbuka merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Dalam hadis disebutkan:

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa tidak perlu menunda berbuka jika sudah yakin waktu maghrib telah masuk. Rasulullah ﷺ sendiri selalu berbuka segera setelah masuk waktunya, tanpa menunggu lebih lama.

Namun, jangan sampai tergesa-gesa berbuka tanpa kepastian waktu. Jika berbuka sebelum maghrib dengan alasan terburu-buru, maka puasanya bisa menjadi tidak sah dan harus diganti di lain waktu.Menentukan waktu berbuka harus dilakukan dengan metode yang benar. Jika azan terdengar, maka itu adalah tanda yang paling kuat. Namun, jika tidak memungkinkan mendengar azan, maka jadwal imsakiyah atau aplikasi waktu sholat yang terpercaya bisa menjadi pedoman.

Yang terpenting adalah memastikan bahwa maghrib telah tiba sebelum berbuka. Dengan begitu, ibadah puasa tetap sah dan diterima oleh Allah SWT. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.