JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membuka peluang bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menembus pasar ekspor internasional melalui program Desa Bisa Ekspor.
Bersama Kemendes PDT, Kemendag telah mengidentifikasi sekitar 2.600 desa berpotensi ekspor, dengan 747 di antaranya berstatus siap ekspor. Pemerintah memastikan kesiapan tersebut melalui berbagai program pendampingan.
“Kita lakukan pelatihan, kemudian kita ajari ekspor, dan sudah ada beberapa yang ekspor, termasuk Koperasi Desa Merah Putih yang memang dia ada di desa, dia adalah bagian dari program Desa Bisa Ekspor, sudah melakukan ekspor ke berbagai negara,” kata Budi.
Pengembangan KDKMP ini berjalan beriringan dengan sasaran lain seperti UMKM dan BUMDes yang sudah ada sebelumnya.
“Ya memang ini kan koperasi juga sedang berjalan ya, sedang proses. Tetapi kemarin selain Koperasi Desa Merah Putih, ada juga yang koperasi yang lama ya, koperasi yang sudah existing, seperti di Jembrana, tapi kemarin yang di Jember itu Koperasi Desa,” ujarnya.
Mendag menegaskan bahwa fokus program ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan perputaran ekonomi.
“Kita prioritaskan yang aktivitasnya itu di desa karena kita ingin perputaran ekonominya tidak hanya di kota, tapi di desa pun berkembang. Karena kalau kita lihat banyak potensi yang ada di desa,” kata dia.
Untuk mengatasi kendala utama berupa akses pembeli luar negeri, Kemendag memfasilitasi pertemuan pelaku usaha desa dengan pembeli melalui perwakilan perdagangan Indonesia.
“Ekspor itu kuncinya adalah buyer (pembeli). Kalau sudah dapat buyer, nanti belajarnya gampang, pasti kita ajari. Tapi bagaimana mendapat buyer itu yang tidak mudah, makanya kita terutama untuk desa dan untuk UMKM ini kita fasilitasi melalui business matching dengan perwakilan kita di luar negeri,” ujar pria yang akrab disapa Busan itu.