Rabu, Mei 27, 2026

Mengendalikan Amarah, Pelajaran Berharga dari Syekh Ali Jaber

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Syekh Ali Jaber selalu memberikan nasihat tentang pentingnya mengelola emosi, khususnya amarah, agar tidak merusak hubungan dan kehidupan. Dalam setiap ceramahnya, Syekh Ali menegaskan bahwa kemarahan, jika tidak dikendalikan, dapat membawa dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain.

Dikutip dari kanal YouTube @nasirchannel514p, Syekh Ali Jaber menegaskan , saat amarah menguasai diri, setan berusaha masuk dan memanfaatkan keadaan tersebut untuk mendorong manusia mengatakan hal-hal yang tidak sepatutnya.

“Saat marah, tutuplah mulut. Jangan sampai kata-kata buruk keluar,” tegas Syekh Ali Jaber dalam salah satu ceramahnya, menekankan pentingnya menahan lisan ketika emosi memuncak.

Bahaya Amarah yang Tak Terkendali
Syekh Ali mengingatkan bahwa orang yang marah biasanya sulit untuk berbicara dengan baik. Kata-kata yang terucap saat marah seringkali menyakitkan dan dapat melukai hati orang lain.

“Tidak ada orang yang sedang marah bisa berkata baik. Selalu ada perkataan yang menyakitkan,” jelasnya. Oleh karena itu, penting untuk menahan diri dan mencegah ucapan buruk saat emosi sedang tinggi.

Syekh Ali Jaber juga menyebut bahwa marah adalah salah satu emosi yang paling mudah membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya.

“Saat marah, kita seolah kehilangan akal sehat,” ucapnya. Ia menyarankan untuk segera menutup mulut saat merasa amarah datang untuk menghindari penyesalan di kemudian hari. “Tutup mulut, itu langkah pertama,” tambahnya.

Cara Mengatasi Amarah
Selain menutup mulut, Syekh Ali Jaber mengajarkan beberapa cara lain untuk meredakan amarah. Salah satunya adalah mengubah posisi tubuh. Jika marah saat berdiri, duduklah; jika sedang duduk, berbaringlah. Metode ini diyakini dapat membantu menenangkan emosi.

“Mengubah posisi tubuh membantu kita untuk berpikir sebelum bertindak,” katanya.

Syekh Ali juga merekomendasikan wudhu sebagai cara untuk meredakan emosi. Menurutnya, air wudhu memiliki efek menenangkan yang bisa membantu seseorang kembali tenang.

“Marah itu seperti api, dan air bisa memadamkannya. Segera berwudhu jika emosi naik,” sarannya.

Menjaga Hubungan dengan Mengendalikan Amarah
Syekh Ali Jaber menekankan bahwa amarah yang tidak terkontrol sering menjadi penyebab rusaknya hubungan baik. Banyak perselisihan, baik di keluarga maupun di masyarakat, yang disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang mengelola amarah.

“Satu kata yang keluar saat marah bisa menghancurkan hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar kita selalu berhati-hati dalam berkata-kata, terutama ketika sedang marah. “Lisan adalah senjata yang tajam, jika tidak dijaga bisa melukai hati orang lain,” tegasnya.

Amarah Bukan untuk Dipendam
Syekh Ali juga mengingatkan bahwa menahan amarah bukan berarti memendam masalah. Jika ada masalah, bicarakanlah dengan tenang setelah emosi mereda.

“Menahan amarah bukan berarti menunda penyelesaian masalah. Bicarakan dengan baik saat pikiran sudah jernih,” sarannya.

Di akhir ceramahnya, Syekh Ali Jaber mengajak semua orang untuk introspeksi diri dan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan orang lain. “Jangan biarkan amarah merusak hubungan kita. Jadilah pribadi yang sabar dan bijaksana,” pesannya.

Pesan dari Syekh Ali Jaber ini mengajarkan bahwa dengan mengendalikan amarah, kita dapat menjaga hubungan baik dan meraih keberkahan dalam hidup. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.