Minggu, Agustus 2, 2026

Menteri Luar Negeri Nepal Dikeroyok Massa saat Demo Meledak

Nepal kembali dilanda krisis politik besar setelah aksi unjuk rasa yang dipimpin generasi muda berujung kerusuhan brutal di Kathmandu.

Menteri Luar Negeri Nepal, Arzu Rana Deuba, menjadi sasaran amukan massa ketika kediamannya diterobos demonstran.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Arzu terlihat mengusap darah dari wajahnya di tengah kerumunan pengunjuk rasa yang merekam momen tersebut, sebelum akhirnya ia ditendang dari belakang dan dipukul di wajah.

Protes besar ini dipicu kemarahan publik terhadap praktik korupsi, nepotisme politik, dan keputusan pemerintah memblokir 26 platform media sosial, termasuk Facebook, YouTube, dan X.

Langkah ini memperbesar rasa frustrasi yang sudah lama menumpuk, terutama di kalangan anak muda yang menilai pemerintah semakin jauh dari realitas sosial rakyat.

Spanduk dengan tulisan “Tutup korupsi, bukan media sosial” dan tagar seperti #NepoKid, #PoliticiansNepoBabyNepal membanjiri jalanan dan dunia maya, menyindir gaya hidup mewah anak-anak pejabat di tengah rakyat yang hidup pas-pasan.

Sejak dimulai pada Senin (8/9), kerusuhan telah menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.

Visual dari lokasi memperlihatkan Kathmandu bak medan perang, dengan kelompok pemuda menutup ruang publik dan bentrokan sengit dengan aparat keamanan.

Kekecewaan semakin meluas setelah kampanye viral di TikTok menyoroti kesenjangan sosial, memperlihatkan pameran barang mewah anak pejabat kontras dengan rakyat yang hanya memiliki pendapatan per kapita sekitar 1.400 dolar AS per tahun.

Pengamat menilai gelombang protes ini sebagai yang paling keras dalam puluhan tahun terakhir, bahkan melampaui aksi 2006 yang menggulingkan kekuasaan otoriter Raja Nepal.

Kini, dengan jumlah korban yang terus bertambah dan kemarahan publik yang semakin tak terbendung, Nepal menghadapi salah satu ujian terberat dalam sejarah modernnya: generasi muda bersatu menuntut perubahan nyata dari rezim yang dianggap gagal dan korup.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.