Senin, Juli 27, 2026

PB IDI Dorong Pemberian Insentif bagi Mahasiswa PPDS di Rumah Sakit

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendorong pemberian insentif bagi mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di rumah sakit.

Ketua Umum PB IDI, Mohammad Adib Khumaidi mengatakan, pemberian insentif atau semacam uang apresiasi diharapkan dapat mengurasi beban finansial PPDS.

Sebab, menurutnya, masalah finansial bisa memicu terjadinya depresi mahasiswa PPDS.

“Paling tidak kalau finansial terbantu dengan insentif, kita bisa mengurangi depresi yang terjadi di peserta didik,” ujar Adib saat berkunjung di Kota Semarang, Jumat (27/9/2024).

Dia mengungkap, IDI sudag mengusulkan insentif PPDS sejak tiga tahun lalu. Bahkan, sebenarnya saat ini sudah ada peraturan menteri yang mengatur insentuf.

“Aturan menteri sudah ada, seharusnya bisa terlaksana,” harapnya.

Peraturan menteri terkait insentif PPDS perlu ditindaklanjuti petujuk teknis agar bisa diimplementasikan.

“Cuma yang belum ada tindaklanjutnya bagaimana hak insentif dibuat dalam satu baku petunjuk yang bisa jd dasar,” imbuh Adib.

PPDS merupakan salah satu jalur pendidikan lanjutan bagi para dokter umum yang ingin mendalami keahlian di bidang spesialis tertentu.

Proses pendidikan ini tidak singkat dan penuh dengan tantangan, karena selain menuntut kompetensi medis yang tinggi, para peserta PPDS juga harus melewati berbagai tahap pelatihan klinis yang intensif di rumah sakit.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada 3 Juli 2024, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan peserta PPDS RSPPU nantinya akan mendapatkan gaji sebesar Rp7,5 juta per bulan.

Pemberian gaji dikarenakan mereka tak hanya menjalankan studi, tetapi juga diberikan tugas dalam membantu bekerja di RS sesuai spesialisasi yang mereka ambil. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.