Selasa, Juni 9, 2026

Rencana Prabowo Jadi Mediator Iran–AS Masih Digodok, Kemlu Beri Penjelasan

Pemerintah Indonesia masih mengkaji secara mendalam kemungkinan peran Presiden Prabowo Subianto sebagai mediator dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut, hingga kini pembahasan mengenai mekanisme serta bentuk keterlibatan Indonesia masih terus dilakukan melalui jalur diplomasi dengan berbagai pihak terkait.

Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, mengatakan bahwa peran Indonesia sebagai mediator masih terus dirumuskan bersama negara-negara terkait, terutama pihak-pihak yang terlibat langsung dalam konflik.

“Tentu saja, rincian mengenai peran itu masih harus dibahas dengan semua negara yang terlibat, terutama negara-negara yang saat ini sedang berkonflik,” ujar Santo dalam jumpa pers, Jumat (6/3/2026).

Ia mengungkapan, Indonesia juga memantau berbagai pernyataan resmi dari pejabat negara-negara terkait.
Bukan hanya itu, Indonesia juga masih menjalani komunikasi diplomatik dengan mereka.

“(Komunikasi diplomatik) Untuk mengetahui bagaimana Indonesia dapat berperan sebagai mediator yang netral,” tegas dia.

Santo menambahkan bahwa Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk berperan apabila negara-negara di kawasan Timur Tengah memerlukan peran tersebut.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid mengungkapkan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator konflik Iran dan AS mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin negara di Timur Tengah.

Menurut Nusron, hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat berdiskusi bersama para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3/2026) malam.

“Tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya,” kata Nusron usai mengikuti pertemuan, Senin.

Ia menyebutkan bahwa setidaknya terdapat dua negara yang telah menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut, yakni Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Lebih lanjut, Nusron menyampaikan bahwa upaya Indonesia mendorong perdamaian juga sejalan dengan aspirasi negara-negara Arab yang menginginkan konflik tidak berlarut-larut di kawasan tersebut.

“Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,” kata Nusron.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong upaya perdamaian melalui jalur diplomasi. Indonesia juga membuka peluang untuk berperan sebagai mediator yang netral apabila langkah tersebut dibutuhkan oleh negara-negara yang terlibat dalam konflik.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.