Minggu, Agustus 2, 2026

Sempat Dicopot Usai Tragedi Kanjuruhan, Kini Ferli Hidayat Resmi Pegang Jabatan Penting di Polri

Hampir empat tahun setelah namanya menjadi sorotan dalam Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, Kombes Pol Ferli Hidayat kembali dipercaya mengisi jabatan strategis di lingkungan Polri. Mantan Kapolres Malang yang pernah dicopot usai tragedi tersebut kini resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.

Pengukuhan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1585/VII/KEP./2026 yang diterbitkan pada 31 Juli 2026. Dalam surat itu, Ferli Hidayat yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Sementara (Ps) Koorspripim Polri kini resmi menduduki jabatan definitif sebagai Koorspripim Polri.

Jabatan Koorspripim memiliki peran penting karena bertugas membantu pelaksanaan kedinasan dan tugas-tugas khusus Kapolri serta Wakapolri, termasuk mendukung koordinasi berbagai agenda pimpinan Polri.

Penunjukan Ferli Hidayat kembali menjadi perhatian publik lantaran namanya pernah menjadi sorotan nasional setelah Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kala itu, Ferli yang masih menjabat sebagai Kapolres Malang dinonaktifkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hanya beberapa hari setelah tragedi tersebut. Keputusan itu diumumkan melalui Surat Telegram Nomor ST/2098/X/KEP/2022 tertanggal 3 Oktober 2022.

Saat itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Ferli dimutasi menjadi Perwira Menengah pada Asisten SDM Polri. Posisi Kapolres Malang kemudian diisi oleh AKBP Putu Kholis Aryana yang sebelumnya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Tragedi Kanjuruhan sendiri terjadi usai pertandingan Liga 1 musim 2022–2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Kekalahan Arema memicu sebagian suporter turun ke lapangan untuk menyampaikan protes.

Dalam upaya pengendalian massa, aparat keamanan melepaskan gas air mata ke sejumlah titik, termasuk ke arah tribun yang masih dipenuhi penonton. Situasi itu memicu kepanikan massal ketika ribuan suporter berusaha keluar stadion secara bersamaan.

Banyak korban mengalami sesak napas akibat paparan gas air mata dan terjebak dalam desak-desakan di pintu keluar stadion. Peristiwa tersebut awalnya dilaporkan menewaskan 125 orang, sebelum kemudian jumlah korban meninggal diperbarui menjadi 135 orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Kini, hampir empat tahun setelah tragedi tersebut, Ferli Hidayat kembali dipercaya mengemban jabatan penting di Mabes Polri melalui pengukuhannya sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Polri.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.