MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan terus bertambah.
“Sampai dengan Rabu (22/1/2025) malam pukul 19.00 WIB, 21 jenazah ditemukan meninggal dunia,” jelas Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursari saat dikonfirmasi.
Menurut informasi, jasad yang ditemukan terakhir bernama Ta’adi. Ia ditemukan di aliran sungai yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik longsor.
Sebelumnya, Ta’adi dilaporkan hilang saat meneduh di sebuah kafe di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, pencarian korban hilang yang diduga terdampak banjir-longsor Petungkriyono masih terus dilakukan.
Selain aparat dan relawan, anjing pelacak unit K9 dari Ditsabhara Polda Jateng turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban.
Masih ada lima orang yang dilaporkan hilang.
Pencarian berfokus di lokasi longsor utama dan sekitar aliran sungai yang berdekatan dengan area bencana.
Bencana banjir dan longsor di Petungkriyono terjadi pada Senin (20/1/2025) petang setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.
Longsor mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah titik, termasuk pemukiman warga dan akses jalan. (*)