Sebanyak 4.000 petani hutan di Kabupaten Blora berpeluang mendapatkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bibit ternak dan dukungan pengembangan usaha. Program ini digagas untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan, potensi hutan di Blora yang mencapai sekitar 60 persen wilayah harus dimanfaatkan secara produktif tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Ia mendorong kelompok tani hutan (KTH) agar tidak hanya bergantung pada komoditas jagung, tetapi mulai mengembangkan usaha tambahan seperti peternakan ayam petelur dan budidaya ikan lele.
“Saya akan berupaya mencarikan dukungan melalui program CSR untuk bantuan bibit lele, ayam, maupun kebutuhan lainnya. Harapannya setiap rumah bisa memelihara sekitar 50 ekor ayam petelur sehingga menambah penghasilan keluarga,” ujar Sri.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra mengatakan program CSR dari Pupuk Indonesia telah melalui verifikasi teknis untuk lahan sekitar 2.000 hektare di 11 desa yang tergabung dalam tiga KTH.
Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada September mendatang dengan sasaran sekitar 4.000 petani penerima manfaat.
Pendamping KTH Masjid Baitur Mulyo, Agung Wibowo, menambahkan masyarakat juga didorong mengembangkan tanaman buah sebagai investasi jangka panjang agar kawasan hutan memiliki nilai ekonomi lebih besar.
KTH Masjid Baitur Mulyo sendiri saat ini mendapat izin mengelola kawasan perhutanan sosial seluas 759 hektare selama 35 tahun, dengan kewajiban menjaga kelestarian hutan dan mengikuti evaluasi berkala.