Sabtu, Juni 13, 2026

Antara Jarak dan Waktu

“Awal itu tak sengaja kita bertemu di salah satu tempat dimana kamu bekerja, dan kitapun saling bertegur sapa hingga pada akhirnya kita saling berbincang dengan perbincangan yang lucu  penuh dengan canda dan tawa, bahkan sampai pada hal –  hal yang random kitapun  bicarakan pada saat itu.


Tak terasa 6 bulan sudah kita saling kenal, saling mengerti satu sama lain, dan bahkan kita sudah mulai nyaman dan tepat dimalam itu juga kamu menyatakan sesungguhnya bagaimana perasaan mu kepadaku dan tanpa berpikir panjang aku pun mengiyakannya. Perasaan yang bercampur aduk antara senang dan terharu.


Hari demi hari pun berlalu hingga pada akhirnya semesta kejam kepada kita, kita yang masih ingin tetap bersama harus terpisahkan antara jarak dan waktu, di karenakan kamu harus pulang ke rumah orang tuamu. 
Jujur berat sekali rasanya harus berpisah dengan jarak yang jauh, namun harus bagaimana lagi takdir yang mengharuskan kita seperti ini. Hari demi hari berlangsung bulan demi bulan pun berganti, perjalanan kita hanya bisa di lalui melalui media virtual yang mana setiap malam kita telponan  hingga pagi menjelang. Kamu yang selalu menceritakan tentang keadaan setiap hari mu entah tentang sukamu maupun dukamu. Dan akupun juga selalu menceritakan tentang setiap hari ini. 


Dengan adanya hubungan jarak jauh ini kita jadi tau rasanya sabar yang luar biasa, rindu yang sangat amat teramat yang mesti kita tahan,bahkan jikalau ada masalah kita hanya bisa menyelesaikanya dengan cara yang berjauhan, masalah yang mana mau tidak mau harus diselesaikan dalam waktu itu juga.Berat dan rumit memang hubungan antara dua insan ini, namun semuanya terbayarkan dengan sendirinya jikalau kita bertemu.


” Andai langit bisa bicara, pasti ia akan menceritakan semuanya tentang rinduku kepadamu yang amat besar. “

Mungkin bagi orang lain kamu biasa saja, namun bagiku kamu luar biasa, kamu yang memiliki sabar seluas samudra, hati yang baik bak layaknya malaikat dan peluk yang menenangkan bagaikan rumah yang aman dan damai.


Namun dibalik semua itu ada juga yang nggak suka dengan adanya hubungan kita ini entah dari faktor jarak kita maupun dari faktor lainnya, namun kita nggak pernah menggubris tentang hal itu karena ini tentang kita kisah kita. 


Jarak dan waktu ini sering kali menjadikan  faktor utama kita berantem, kita yang ingin bertemu ini seringkali dikalahkan oleh waktu yang tidak tepat. Hingga pada akhirnya kita harus menunggu dan menunggu lagi hingga waktu yang tepat itu tiba. 


Perjalanan yang panjang ini sering kali membuat kita lelah, lelah dengan adanya jarak dan waktu yang tidak pasti ini, lelah dengan adanya rasa rindu yang tak ada ujung nya, dan lelah dengan Negativ thingking yang kerap datang dengan sendirinya ini. Benar memang kata orang – orang kalau LDR itu sangatlah berat, namun kita yakin kita pasti bisa melewatkannya.


” Aku tak perlu tau tentang seberapa kelamnya masalalu mu itu. Yang aku tau saat ini adalah kita sangat bahagia dalam hubungan ini. ” 

” Bila Memang aku bukalah UTUSAN Tuhan untuk berada di sisimu kelak. 
Setidaknya aku Berterimakasih Kepada Tuhan Karena telah mengirimkan seseorang yang baik dan tulus kepadaku. “

Jadi bagaimana kedepannya kembali lagi pada waktu, hanya waktu yang bisa menentukan semuanya. Kita hanya bisa bersabar dan menunggu dalam kesepian ini. 


Jadi bagaimana mau tetep jalanin hubungan jarak jauh? Mau segimanapun hubungan itu kuncinya hanyalah pada komunikasi dan saling terbuka  satu sama lainnya . Karena hubungan nggak akan baik baik saja jika komunikasi tidak lancar dan saling menutupi. 


” Percayalah di ujung penantian pasti ada kebahagiaan yang tertunda. Jemput lah dan railah kebahagiaan itu. “

– SELESAI –

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.