MELIHAT INDONESIA – Bawang putih tidak bisa dilepaskan dari berbagai khasanah kuliner di dunia. Bawang putih seolah menjadi bumbu yang wajib ada di setiap dapur.
Selain bisa menyedapkan masakan, bawang putih juga mengandung antibiotik tinggi, sehingga bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.
Bawang putih berasal dari genus Allium. Sudah lebih dari 7.000 tahun bawang putih digunakan dalam dunia kuliner maupun dunia pengobatan herbal.
Dilansir dari Gardening Know How, di masa 5.000 tahun yang lalu para gladiator mengonsumsi bawang putih mentah untuk menambah kekuatan fisik ketika harus berperang.
Juga dikonsumsi budak-budak Mesir agar mereka bisa kuat dalam bekerja membangun piramida.
Berbicara soal varietas bawang putih, mungkin kita hanya mengenal satu atau dua jenis bawang putih saja yaitu bawang putih yang kerap ada di dalam dapur. Padahal varietas bawang putih sangatlah banyak.
Berikut ini, adalah 6 varian bawang putih paling populer di dunia:
- Bawang putih kating
Bawang putih ini adalah bawang putih yang sering digunakan di dalam dapur, baik dapur rumahan maupun dapur restoran-restoran mewah.
Bawang putih kating berbentuk siung kecil-kecil yang bergerombol menjadi satu.
Bawang putih ini selalu digunakan untuk menyedapkan masakan karena memang memiliki aroma dan tekstur yang paling menyengat.
- Bawang putih shin chung
Sama seperti bawang putih kating yang lahir di Tiongkok, bawang putih shin chung juga lahir di Dataran China. Shin chung sering masuk ranah dapur.
Meski tak memiliki aroma sekuat kating namun shin chung sering dicari ketika bawang putih kating tengah meroket harganya.
- Bawang putih lanang
Bawang putih ini disebut juga sebagai bawang putih tunggal. Hal ini karena bentuknya berupa siung-siung yang berdiri sendiri tidak bergerombol.
Satu siung bawang putih tunggal berukuran lebih kecil dari satu siung bawang putih kating, yaitu sekitar 2 hingga 5 cm saja.
Bawang putih ini tak setenar bawang putih kating jika di dalam dunia kuliner. Namun di dunia pengobatan herbal, bawang putih tunggal memiliki nama yang sangat harum.
Dijual dalam bentuk acar atau kering, bawang putih tunggal dipercaya bisa meningkatkan stamina, mengobati diabetes, dan meredakan gejala flu.
- Porcelain garlic
Bentuk dari bawang putih ini sangat khas, yaitu berupa siung kecil yang bergerombol dan memiliki ujung seperti tangkai yang panjang.
Bawang porcelain sangat mulus bagian kulit luarnya, dengan selaput kulit yang lebih tebal dan hampir mirip kertas sehingga tak mudah sobek.
- Bawang putih gajah
Bawang putih gajah atau elephant garlic berukuran sangat besar dibanding varian bawang putih lainnya.
Satu siung bawang putih gajah bisa berukuran sebesar 1 butir telur ayam kampung.
Soal aroma dan teksturnya, bawang putih gajah tak sewangi bawang putih kating.
Namun ia memiliki tekstur yang lebih lembut dan tidak menyengat dibanding bawang putih lainnya.
Karena hal inilah, bawang putih gajah sering masuk ranah dapur dan digunakan sebagai bahan pelengkap sajian salad.
- Silver skin garlic
Sesuai namanya, bawang putih ini memiliki selaput kulit luar yang berwarna putih mengkilap.
Berbentuk siung-sing yang bergerombol layaknya bawang putih lain, silver skin garlic memiliki aroma dan citarasa yang juga kuat.
Dalam dunia kuliner, bawang ini sering dijadikan sebagai bahan tambahan sajian salad.
Sedangkan di dunia pengobatan herbal, bawang ini biasanya dikeringkan dan ditumbuk untuk dijadikan bubuk bawang putih siap konsumsi.
Enam jenis bawang putih di atas adalah varietas bawang putih yang paling sering digunakan di dalam dapur dan laboratorium pengobatan herbal.
Selain enam jenis bawang ini, masih ada puluhan varietas bawang putih lainnya yang ada di dunia. (*)