MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Ramai dikabarkan dan terjadi geger geden atau geger besar, vaksin Covid-19 AstraZeneca bisa memicu kondisi langka thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS). TTS merupakan sindrom langka yang menyerang darah. Kondisi ini memicu terjadinya pembekuan darah dengan jumlah trombosit yang menurun drastis.
Lokasi pembekuan darah akibat TTS juga sering kali tidak biasa. Misalnya di otak yang kemudian dikenal dengan sebutan trombosis sinus vena serebral hingga pembekuan di bagian pencernaan.
Saat seseorang mengalami TTS, akan muncul beberapa gejala yang wajib diwaspadai sesegera mungkin. Melansir Health Direct, berikut gejalanya:
- sakit kepala yang parah dan terus-menerus,
- penglihatan kabur,
- kesulitan berbicara,
- kantuk,
- kejang atau kebingungan,
- sulit bernafas,
- nyeri dada,
- pembengkakan kaki,
- nyeri perut (perut) yang terus-menerus.
Kementerian Kesehatan juga telah buka suara soal ramainya efek samping TTS dari vaksin AstraZeneca.
Masyarakat dinilai tidak perlu khawatir, karena vaksinasi AstraZeneca sudah disuntikkan ke lebih dari 1 miliar orang di dunia dan ‘hanya’ tercatat sekitar seribu kasus yang mengalami efek TTS.
Mereka yang terkena efek pembekuan darah imbas TTS umumnya dilaporkan memiliki penyakit bawaan atau penyakit penyerta.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan di Indonesia.
“Sampai sekarang belum ada (kasus) tapi analisa itu sudah ada sejak diluncurkan karena di clinical trial itu juga dilihat. Pada saat itu persentasenya sangat kecil sekali,” kata Budi ketika ditemui awak media di Jakarta Barat, Kamis (2/5/2024).
Budi menuturkan bahwa setiap vaksin pasti memiliki efek samping dan gejala langka tersebut sangat jarang terjadi.
Hingga saat ini, berdasarkan laporan Indonesia Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI) belum ada kasus dari efek samping langka tersebut.
Budi menambahkan, efek samping langka tersebut sebenarnya sudah teridentifikasi sejak lama. Namun, ia mengatakan pihak AstraZeneca telah melakukan penelitian lanjutan dan memastikan efek samping tersebut sangat langka. (nad)