MELIHAT INDONESIA, DENPASAR – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 menjadi salah satu kapal pendukung perhelatan World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Bali, 18-25 Mei 2024.
Menariknya, kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) canggih tersebut merupakan buatan dalam negeri. Selain TNI AL, Angkatan Laut Filipina tercatat mengoperasikan dua kapal sejenis buatan PT PAL tersebut untuk keperluan operasi amfibi.
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992) adalah kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) kedua di kelas Sudirohusodo dari total 2 kapal yang ada.
Pemotongan baja pertama kapal tersebut dilakukan pada 10 September 2020. Lalu, peletakan lunas (keel laying) pertama kali dilakukan pada 21 Januari 2021 di Dermaga Dock Gali Semarang Divisi Kapal Niaga PT. PAL.
Kemudian, penamaan dan peluncuran kapal dilaksanakan pada 15 Agustus 2022.
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat mulai bertugas pada 19 Januari 2023
Dengan dimensi panjang mencapai 124 meter, lebar 21,8 meter dan tinggi 6,7 meter, KRI dr. Radjiman Wedyodingrat mampu mengangkut personel sebanyak 643 orang (sudah termasuk pasien).
Kapal bantu rumah sakit ini memiliki 124 tempat tidur, namun dalam kondisi darurat bisa menampung 400 pasien. Ada 16 tenaga medis, enam di antaranya dokter yang akan melayani pasien di atas kapal, ditambah 163 prajurit yang mengawaki kapal.
Selain itu, kapal ini memiliki fasilitas kesehatan yang setara dengan fasilitas rumah sakit tipe C. Secara detail, kapal ini memiliki Ruang Radiologi, Ruang Operasi/Bedah, Ruang Post Operasi (3 orang), Ruang Isolasi (pria 2 orang , wanita 2 orang), Ruang Perawatan (pria 46 orang, wanita 46 orang), Ruang Bayi, Ruang Bersalin, Ruang Periksa, UGD (12 orang), ICU (pria 2 orang, wanita 2 orang), HCU (3 orang), dan Laboratorium, serta Ruang Mayat (4 jenazah).
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat juga dilengkapi dengan X–Ray Stationary 500 Ma, CT–Scan, C–Arm, Panoramic, Chepalometric Dental X-Ray, Digital Radiography System, USG 4 Dimensi, Refrigrator Bank Darah, Central Gas Medic & Generator (untuk memproduksi gas oksigen).
Sedangkan untuk menyuplai tenaga listrik, kapal ini diperkuat dengan generator MDG 5 unit, masing-masing berdaya 565 kW dan EDG 1 unit (425 kW).
Untuk helikopter, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat dapat memuat tiga unit terdiri dari dua heli di geladak dan satu heli di hanggar. Kapal juga dilengkapi dengan dua unit ambulance boat, 2 unit LCVP, dan 1 unit RHIB.
Dengan daya tahan operasi, tanpa bekal ulang, selama 30 hari, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat memiliki kecepatan maksimal 18 knot atau 33 kilometer per jam. Dalam kecepatan 12 knot atau 22 kilometer per jam, kapal tersebut mampu berlayar sejauh 10.000 mil laut atau 19.000 kilometer. (Tim)