Ketakutan terhadap kondisi payudara yang kendor adalah hal yang lumrah dan bisa menjadi kekhawatiran bagi banyak ibu.
Namun, penting untuk memahami bahwa pemberian Air Susu Ibu (ASI) memiliki manfaat jangka panjang yang sangat besar bagi kesehatan dan perkembangan anak, serta dapat membantu memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Untuk mengatasi ketakutan ini, penting untuk mencari informasi yang akurat tentang bagaimana pemberian ASI dapat memengaruhi kesehatan payudara.
Sebenarnya, menyusui bisa membantu melatih otot-otot di sekitar payudara dan mempertahankan elastisitasnya. Selain itu, melakukan teknik menyusui yang benar, seperti memastikan bayi mengisap dengan benar dan menjaga pola menyusui yang konsisten, dapat membantu menjaga kesehatan payudara.
Penting juga untuk mencari dukungan dari ahli laktasi atau tenaga kesehatan yang berpengalaman dalam bidang ini.
Mereka dapat memberikan informasi yang akurat dan membantu ibu merasa lebih percaya diri dalam proses menyusui. Selain itu, berbicara dengan ibu-ibu lain yang memiliki pengalaman menyusui juga dapat memberikan dukungan emosional dan praktis yang berharga.
Sementara, mengutip Bincangsyariah.com, Ibnu Rajab dalam kitab Ahwal al-Qubr menyebutkan jika seorang ibu yang enggan menyusui anaknya, Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis
عن أَبُي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلانِ ، فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ ، فَأَتَيَا بِي جَبَلا وَعْرًا ، فَقَالا لِي : اصْعَدْ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ ، فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ ، فَقُلْتُ : مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ ؟ قَالَ : هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ النَّارِ … ) فساق الحديث إلى أن قال : ثُمَّ انْطَلَقَ بِي، فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثُدِيَّهُنَّ الْحَيَّاتُ، قُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ
Dari Abu Umamah berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Ketika aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Keduanya membawaku ke gunung yang terjal. Mereka berkata; Naiklah!, kemudian ketika aku sampai di puncak gunung tiba-tiba terdengar suara melengking keras. Aku bertanya; ‘Apa itu?’ Mereka menjawab; ‘Itu suara penghuni neraka” Abu Umamah menceritakan terusan hadis ini, lalu…. “Kemudian keduanya berangkat membawaku lagi, ternyata ada perempuan-perempuan yang puting susu mereka digigit ular. Aku bertanya, ‘siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah wanita yang tidak ingin memberikan air susu mereka kepada anak-anak mereka.‘” (HR. An-Nasai).
Hadis ini Shahih diriwayatkan An-Nasai dalam Sunan al-Kubra, juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban berdasarkan syarat Bukhari & Muslim. Semua perawinya tsiqah (dapat dipercaya), Bukhari meriwayatkan hadis-hadis lain yang diriwayatkan perawi hadis di atas, kecuali Salim bin ‘Amir, sedang Muslim meriwayatkan dari semuanya.
Hadis ini merupakan ancaman bagi seorang ibu yang enggan memberikan asi kepada anaknya. Kelak azab yang dikisahkan Nabi dalam hadis ini akan diberikan kepada perempuan tersebut. Di alam barzakh, siksa neraka yang menantinya tersebut akan ditampakkan padanya selama ia berada dalam kubur.
Yang dimaksud dengan perempuan yang enggan memberikan air susu kepada anak mereka adalah ketika mereka tidak menyusui anak mereka saat sang anak membutuhkan air susu sebagai asupan makanan satu-satunya yang bisa dikonsumsi bayi.
Jika sang perempuan tidak bisa memberikan air susunya karena suatu alasan seperti karena air asi mampat dan tidak keluar, maka hendaknya perempuan tersebut memberikan alternatif dengan mendatangkan ibu susu yang lain, atau jika tidak memungkinkan dengan menggunakan susu sapi atau kambing yang bisa dikonsumsi sang bayi.
Dalam hadis riwayat al-Baihaqi, Rasulullah mengabarkan bahwa jika ular di neraka menyengat satu gigitan, akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Demikian juga kalajengking di neraka, ketika menggigit satu gigitan akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Wallahu’alam.