MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Banyak orang sering mengira katak dan kodok adalah hewan yang sama. Padahal, meskipun keduanya termasuk dalam ordo Anura, ada perbedaan yang signifikan antara keduanya.
Katak dan kodok memiliki karakteristik fisik dan perilaku yang berbeda, yang membuat mereka unik satu sama lain. Dengan mengenali perbedaan ini, kita dapat lebih memahami dan menghargai keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita.
Cara Bergerak
Katak dan kodok memiliki perbedaan yang mencolok dalam cara bergerak. Katak cenderung lebih sering melompat karena memiliki kaki belakang yang panjang, memungkinkan mereka untuk melompat jauh.
Di sisi lain, kodok lebih sering berjalan atau merayap karena memiliki kaki yang lebih pendek, sehingga lompatan mereka tidak sejauh katak. Jika Anda melihat amfibi merayap di tanah, kemungkinan besar itu adalah kodok, sementara yang melompat mungkin katak.
Bentuk Fisik
Perbedaan utama antara katak dan kodok dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Katak memiliki kulit yang basah, lembab, tipis, dan halus, dengan tubuh yang ramping dan kaki belakang yang panjang.
Sementara itu, kodok memiliki kulit yang kering, tebal, kasar, dan berbintik-bintik, dengan tubuh yang lebih lebar dan besar serta kaki yang lebih pendek. Perbedaan ini membuat lompatan kodok tidak sejauh katak.
Habitat
Habitat katak dan kodok juga berbeda. Katak lebih sering ditemukan di dekat air karena kulitnya yang lembab mudah kehilangan kelembapan.
Mereka lebih suka tinggal di daerah yang lembab seperti sawah, sungai, dan hutan basah. Sebaliknya, kodok lebih tahan terhadap kekeringan dan sering dijumpai di tempat yang lebih kering, seperti pemukiman warga, perkotaan, dan bahkan di ketinggian tertentu.
Cara Adaptasi
Adaptasi katak dan kodok terhadap lingkungan mereka juga berbeda. Katak lebih tergantung pada lingkungan yang lembab dan berair, seperti sawah, sungai, dan hutan basah. Mereka lebih selektif dalam memilih habitat.
Sebaliknya, kodok lebih fleksibel dan dapat hidup di berbagai jenis lingkungan, termasuk area yang lebih kering dan lebih terganggu oleh aktivitas manusia.
Racun
Kedua hewan ini memiliki mekanisme pertahanan yang berbeda dalam hal racun. Katak terkenal dengan beberapa spesiesnya yang sangat beracun, seperti katak panah beracun yang racunnya digunakan oleh suku-suku di Amazon untuk melapisi anak panah.
Racun ini sangat mematikan bahkan bagi manusia. Kodok juga beracun, tetapi dalam tingkat yang berbeda. Kulit kodok mengeluarkan racun yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut jika tertelan atau disentuh. Karena itu, disarankan untuk mencuci tangan setelah memegang kodok.
Telur
Telur katak dan kodok memiliki perbedaan yang signifikan dalam penampilannya. Telur katak biasanya diletakkan dalam rumpun atau tumpukan gelembung bening dengan titik hitam kecil di tengahnya.
Sebaliknya, telur kodok disusun dalam pita jeli panjang dan tipis dengan titik-titik hitam yang ditata berbaris di dalamnya. Bentuk telur ini mencerminkan adaptasi masing-masing hewan terhadap lingkungan tempat mereka berkembang biak.
Kecebong atau Berudu
Saat telur menetas, kecebong atau berudu katak dan kodok juga menunjukkan perbedaan. Kecebong katak biasanya lebih ramping dan panjang, sementara kecebong kodok cenderung lebih pendek dan gempal.
Baik kecebong katak maupun kodok menghabiskan awal hidupnya di air, memakan ganggang dan tanaman kecil sebelum beralih ke serangga kecil dan bahkan kecebong lainnya. Setelah beberapa minggu, kecebong mulai menumbuhkan lengan dan kaki, dan akhirnya bertransisi menjadi katak dan kodok dewasa. (**)