Senin, Juni 22, 2026

Karomah Mbah Kholil, Maling Timun Kapok Berdiri Terus Hingga Bertobat

MELIHAT INDONESIA, SURABAYA – Di tengah masyarakat Bangkalan, nama Syaikhona Kholil Bangkalan atau Mbah Kholil tak hanya dikenal sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai wali Allah dengan berbagai karomah luar biasa. Salah satu kisahnya yang populer adalah tentang maling timun yang dibuat kapok hingga tak mampu duduk, sebuah peristiwa yang menyentuh hati sekaligus memberikan pelajaran berharga.

Keluhan Para Petani

Masalah bermula ketika para petani di Bangkalan resah akibat timun mereka kerap dicuri menjelang panen. Setiap usaha penjagaan tampak sia-sia karena sang pencuri selalu berhasil mengelabui. Dalam kegelisahan, para petani akhirnya memutuskan untuk sowan (berkunjung) kepada Mbah Kholil, sosok yang mereka yakini bisa memberikan solusi.

Saat itu, Mbah Kholil tengah mengajarkan kitab Nahwu Jurumiah kepada para santrinya. Namun, ia segera menghentikan pengajaran ketika melihat kedatangan rombongan petani. Dengan tenang, beliau bertanya, “Ada keperluan apa, sampean semua ke sini?”

Para petani pun mengungkapkan keresahan mereka dan memohon agar Mbah Kholil membantu menghentikan pencurian timun di ladang mereka.

Nasihat Sederhana, Hasil Luar Biasa

Di tengah pembahasan kitab yang sampai pada kalimat “Zaidun qooma” (Zaid telah berdiri), Mbah Kholil dengan penuh kebijaksanaan memberikan nasihat sederhana. “Gunakan ini sebagai penangkal,” ujarnya singkat. Para petani pun pulang dengan penuh harapan meskipun belum sepenuhnya memahami maksud dari kalimat tersebut.

Keesokan harinya, pemandangan aneh terjadi di ladang timun. Para pencuri yang biasa bergerak lincah kini terlihat berdiri kaku, tak mampu duduk atau bergerak normal. “Mereka terus berdiri, meskipun berusaha keras untuk duduk,” demikian narasi yang diangkat dalam video kanal YouTube @karomahislam.

Pertobatan Para Pencuri

Ketegangan berubah menjadi pelajaran ketika para pencuri yang ketakutan akhirnya memohon ampun kepada para petani dan meminta pertolongan kepada Mbah Kholil. Dalam keadaan penuh penyesalan, mereka datang ke hadapan beliau untuk meminta agar kondisi mereka dipulihkan.

Mbah Kholil, dengan sifat kasih sayang seorang wali, menerima permohonan maaf mereka. Setelah mendoakan, para pencuri tersebut akhirnya bisa kembali duduk dan bergerak seperti biasa. Peristiwa ini menjadi momen pertobatan yang mendalam bagi mereka, sekaligus pelajaran berharga bagi masyarakat setempat.

Karomah yang Menginspirasi

Kisah ini menjadi bukti nyata karomah Mbah Kholil sebagai salah satu wali Allah. Melalui doa dan kebijaksanaannya, beliau tidak hanya melindungi para petani, tetapi juga membawa perubahan pada hati mereka yang pernah berbuat salah.

Bagi masyarakat Bangkalan, peristiwa ini memperkuat keyakinan akan kekuatan doa dan kehadiran wali-wali Allah di tengah mereka. Lebih dari sekadar cerita karomah, kisah ini mengajarkan pentingnya tobat dan keberkahan dari mengikuti ajaran para ulama.

Karomah semacam ini terus menjadi pengingat akan kebesaran Allah dan hikmah di balik setiap peristiwa. Semoga kisah ini menguatkan iman dan memberikan inspirasi untuk selalu menjadikan doa sebagai pelindung dan penuntun dalam kehidupan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.