Sabtu, Mei 30, 2026

Menapaki Sejarah Nahdlatul Ulama, Dari Tashwirul Afkar Hingga Organisasi Besar Umat

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk perjuangan mempertahankan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, Nahdlatul Ulama (NU) berdiri sebagai tonggak besar yang tak tergoyahkan. Organisasi ini bukan sekadar kumpulan orang, tetapi perjalanan panjang yang dirintis oleh para ulama visioner seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Mereka menyatukan tekad demi kebangkitan Islam yang moderat di Indonesia.

Mengutip Nu Online, Pada 16 Rajab 1344 Hijriah atau 31 Januari 1926, NU resmi didirikan di Surabaya. Tak hanya nama, NU lahir dengan semangat dan visi yang kuat. Nama “Nahdlatul Ulama” diberikan oleh Sayid Alwi Abdul Aziz Al-Zamadghon, yang dikenal sebagai Kiai Mas Alwi. Lambang organisasi, yang sarat makna filosofis, dirancang oleh Kiai Ridwan Abdullah, mencerminkan kedalaman spiritualitas dan kebersamaan.

Jejak Awal, Dari Diskusi Hingga Organisasi

Sebelum berdirinya NU, KH Wahab Chasbullah telah menginisiasi kelompok diskusi bernama Tashwirul Afkar pada 1914. Kelompok ini menjadi tempat para ulama muda membahas isu-isu kontemporer dengan pendekatan intelektual. Gagasan ini berkembang menjadi gerakan yang lebih besar, seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916 dan Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Saudagar) pada 1918. Upaya ini mempertegas komitmen para ulama terhadap pengembangan umat dari berbagai aspek, termasuk ekonomi.

Mediator di Balik Berdirinya NU

Keberadaan NU tidak terlepas dari peran penting KH As’ad Syamsul Arifin, murid Syaikhona Kholil Bangkalan. KH As’ad membawa pesan dari gurunya kepada KH Hasyim Asy’ari, memastikan cita-cita pembentukan NU mendapat dukungan penuh. Perjalanan spiritual dan fisik KH As’ad, termasuk berjalan kaki dari Bangkalan ke Jombang, menjadi simbol pengorbanan demi lahirnya organisasi besar ini.

Struktur yang Tertata Rapi

NU memiliki sistem kepengurusan berjenjang, mulai dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di tingkat pusat hingga Ranting di desa. Selain itu, NU membagi struktur kepengurusan menjadi dua elemen utama: Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi dan Tanfidziyah sebagai pelaksana kebijakan. Komposisi ini memastikan organisasi berjalan dengan visi yang kokoh sekaligus eksekusi yang efektif.

Pilar Pendukung, Banom, Lajnah, dan Lembaga

NU tidak hanya mengandalkan pengurus inti tetapi juga memiliki perangkat organisasi yang mendukung berbagai programnya. Badan Otonom (Banom) NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, hingga Gerakan Pemuda Ansor menjadi wadah pengembangan masyarakat di berbagai kelompok. Di sisi lain, Lajnah seperti Lajnah Falakiyah dan Lajnah Ta’lif wa Nasyr menangani isu-isu spesifik seperti rukyat dan penerbitan. Lembaga-lembaga seperti Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) hadir untuk memperluas layanan sosial dan pendidikan.

Prinsip Dasar, Moderasi dan Keseimbangan

NU teguh memegang prinsip moderasi (tawasuth), toleransi (tasamuh), dan keseimbangan (tawazun). Ketiga prinsip ini menjadikan NU sebagai organisasi yang inklusif, menghargai perbedaan, dan menjaga harmoni antarumat beragama. Dalam bidang teologi, NU mengacu pada ajaran Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi. Sedangkan dalam fiqih, NU menganut empat madzhab utama: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.

Jejak Langkah Menuju Masa Depan

NU kini menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia dengan jaringan yang menjangkau 34 provinsi, 522 cabang di tingkat kabupaten/kota, serta 31 cabang istimewa di luar negeri. Data dari Muktamar Lampung 2021 menunjukkan luasnya pengaruh NU, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan semangat pembaruan yang terus digaungkan, NU siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Sebuah Warisan yang Terus Hidup

Lebih dari sekadar organisasi, NU adalah rumah bagi jutaan umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dengan pijakan yang kokoh dan visi yang jelas, NU terus bergerak membangun maslahat bagi umat manusia di tengah perubahan zaman. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.