Katanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program menuju Indonesia Emas. Tapi kenyataannya, kembali menelan korban diduga keracunan. Sebanyak 178 siswa dan guru di SMKN 1 Nanggulan, Kulon Progo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG.
Keluhan yang dialami antara lain mual dan diare. Kasus tersebut membuat operasional SPPG Nanggulan dihentikan sementara untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Dinas Kesehatan Kulon Progo masih menelusuri penyebab kejadian. Investigasi awal disebut mengarah pada makanan yang dikonsumsi para siswa, termasuk menu ayam yang menjadi bagian dari paket MBG.
Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan program MBG. Ketika makanan yang seharusnya memberikan gizi justru diduga membuat ratusan anak sakit, siapa yang harus bertanggung jawab?
Penghentian sementara SPPG memang menjadi langkah awal. Namun, publik tentu menunggu jawaban yang lebih jelas: mengapa persoalan keamanan makanan dalam program MBG kembali terjadi dan sampai kapan siswa harus menjadi korban?