Jumat, Juni 5, 2026

Gubernur Jabar Sentil Istri Wali Kota Bekasi: Pejabat Harusnya di Tengah Rakyat, Bukan di Hotel Mewah!

MELIHAT INDONESIA, BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada Wiwiek Hargono, istri Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang viral karena mengungsi ke hotel mewah saat rumahnya terendam banjir. Namun, Dedi tetap mengambil sikap dengan memberikan teguran keras atas tindakan tersebut.

Sebagai kepala daerah, Dedi menyampaikan bahwa pejabat dan keluarga mereka seharusnya menunjukkan empati kepada rakyat, bukan malah mengambil jalan pintas yang terkesan elitis. “Sebagai Gubernur, saya tidak bisa memberikan sanksi, tetapi saya bisa memberikan teguran. Istri Wali Kota Bekasi harusnya peka dan tidak mempertontonkan kemewahan di tengah penderitaan warganya,” ujar Dedi di Kantor BPK Jabar, Bandung, Rabu (5/3/2025).

Dedi menilai bahwa langkah Wiwiek mengungsi ke hotel bukan hanya mencerminkan kurangnya kepedulian, tetapi juga melukai perasaan warga yang tengah berjuang menghadapi bencana. “Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, seharusnya beliau turun langsung membantu masyarakat, bukan malah memilih kenyamanan pribadi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pejabat dan keluarganya agar lebih berhati-hati dalam bersikap. “Pejabat itu bukan hanya punya tanggung jawab formal, tapi juga moral. Saat rakyat menderita, pejabat dan keluarganya harus hadir, bukan malah mencari tempat yang lebih nyaman,” tambahnya.

Klarifikasi Wali Kota Bekasi

Menanggapi kritik yang beredar luas, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membantah bahwa ia dan istrinya mengungsi ke hotel untuk hidup dalam kemewahan. Ia berdalih bahwa keputusan itu diambil semata-mata untuk memastikan mobilitasnya tidak terganggu dalam menangani bencana.

“Saya tidak ada niatan untuk bermewah-mewahan. Ini murni keputusan logistik dan mobilitas,” kata Tri di Bekasi, Rabu (5/3/2025).

Tri mengungkapkan bahwa sejak banjir melanda, dirinya terus berada di lapangan hingga dini hari. Menurutnya, kepindahannya ke hotel bertujuan agar ia tetap bisa menjalankan tugasnya tanpa hambatan.

“Saya harus memastikan logistik bantuan siap di pagi hari. Sejak jam 10 malam saya di lapangan, pulang jam 2 pagi, dan saya hanya mengevakuasi anak serta istri saya agar bisa tetap fokus bekerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tri menegaskan bahwa hotel yang ia pilih berada di lokasi strategis sehingga memudahkan koordinasi dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir. Namun, klarifikasinya tidak serta-merta meredam kritik dari masyarakat yang masih mempertanyakan sensitivitasnya terhadap penderitaan warga Bekasi.

Sikap Wiwiek yang dianggap kurang empati ini semakin memicu perdebatan publik. Banyak pihak menilai bahwa di tengah krisis, pejabat dan keluarganya harus memberikan contoh solidaritas, bukan malah menunjukkan perbedaan kelas yang mencolok dengan rakyatnya sendiri. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.