Senin, Juni 8, 2026

Fakta Dibalik Tewasnya 3 Anggota Polri Saat Grebeg Sabung Ayam Berdarah

MELIHAT INDONESIA, LAMPUNG – Insiden berdarah tumpah di Lampung. Tiga anggota kepolisian tewas dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan. Insiden ini menyisakan tanda tanya besar, terlebih setelah muncul dugaan keterlibatan oknum TNI dalam tragedi tersebut.

Kronologi Mencekam

Senin sore, 17 Maret 2025, sekitar pukul 16.50 WIB, tim gabungan Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi arena perjudian. Berdasarkan laporan masyarakat, tempat tersebut kerap dijadikan ajang sabung ayam ilegal.

Sesampainya di lokasi, aparat mendapati puluhan orang sedang menyaksikan pertarungan ayam. Saat petugas mulai melakukan pembubaran, situasi berubah mencekam. Tembakan mendadak terdengar, menyebabkan tiga anggota polisi gugur di tempat.

Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripda M. Ghalib Surya Nanta menjadi korban. Ketiganya mengalami luka tembak di kepala, mengindikasikan tembakan terarah yang mematikan. Rekan-rekan mereka yang masih selamat segera melakukan evakuasi dalam kondisi yang penuh ketegangan.

Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

Setelah insiden ini, muncul dugaan bahwa tempat sabung ayam tersebut dikelola oleh dua anggota TNI berinisial B dan L. Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki keterlibatan anggotanya.

“Kami masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut terkait kejadian ini,” ujar Eko, Senin malam.

Dugaan ini semakin menguat setelah salah satu oknum TNI yang diduga terlibat menyerahkan diri ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/3 Lampung. Namun, hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai perannya dalam insiden tersebut.

Reaksi Kepolisian dan Mabes Polri

Insiden ini mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian. Kepala Polda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, menegaskan bahwa kejadian ini tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.

“Korban telah dievakuasi dan akan dilakukan autopsi. Kami berduka atas gugurnya anggota terbaik dalam menjalankan tugas,” kata Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dari Divisi Humas Polri.

Polda Lampung dan Polres Way Kanan kini tengah mengusut tuntas kasus ini. Sementara itu, keluarga korban menerima dukungan penuh dari institusi kepolisian.

Masyarakat Menuntut Keadilan

Tragedi ini menggores sejarah kelam bagi kepolisian Indonesia. Masyarakat menanti transparansi dalam proses hukum terhadap pelaku, terutama jika benar keterlibatan oknum bersenjata. Penggerebekan yang seharusnya menjadi upaya penegakan hukum justru berujung pada tragedi.

Kini, semua mata tertuju pada langkah hukum selanjutnya. Apakah keadilan benar-benar ditegakkan? Ataukah kasus ini akan tenggelam seperti banyak insiden lainnya? Waktu yang akan menjawab. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.