Rabu, Juni 10, 2026

Sesepuh Samin Wafat, Bupati Arief Haturkan Duka Mendalam untuk Mbah Lasiyo

Komunitas Sedulur Sikep Samin Karangpace, Kabupaten Blora, tengah dirundung duka mendalam atas wafatnya sesepuh adat, Mbah Lasiyo, pada Kamis malam (20/11/2025) di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kepergian tokoh yang dihormati ini meninggalkan kesedihan bagi masyarakat, termasuk bagi Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, M.Si.

Pada Jumat (21/11/2025), Bupati Arief bersama Forkopimda datang langsung ke kediaman almarhum di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, untuk memberikan penghormatan terakhir. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya tokoh adat yang selama ini menjadi panutan warga Blora.

“Saya bersama Pak Kapolres mewakili Forkopimda dan juga Masyarakat Kabupaten Blora kami menghaturkan bela sungkawa atas kapundutipun Mbah Lasiyo, beliau adalah sesepuh kita, tokoh panutan di Blora, tentunya kita kehilangan beliau, selama ini beliau mengajarkan bagaimana tentang kehidupan, ini sangat bermakna sekali untuk kita semua,” terang Bupati saat diwawancarai di Pendopo Sedulur Klopoduwur.

Bupati Arief juga memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Kita berdoa semoga beliau ditempatkan disisi-Nya, diberikan tempat yang terbaik, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, dan perjuangan Mbah Lasiyo bisa diteruskan oleh putra beliau dan tentunya kita semuanya,” harapnya.

Dalam kenangannya, Bupati menilai Mbah Lasiyo sebagai sosok yang sederhana, berwibawa, serta mampu merangkul semua golongan. Ia dikenal sebagai tokoh budaya yang aktif melestarikan nilai-nilai kearifan lokal Sedulur Sikep Samin.

“Semenjak saya dulu saya menjadi Wakil Bupati, dan Bupati dua periode ini, beliau adalah tokoh yang mengajarkan tentang kebaikan, kejujuran, dengan orang tidak boleh dengki, iri, benci dan sebagainya,” cerita Bupati.

“Makna-makna kehidupan yang selama ini diberikan oleh beliau, tentunya kita ingin meneladani ketokohan beliau,” tambahnya.

Bupati juga mengingat momen terakhir saat almarhum dirawat di Rumah Sakit Blora, di mana Mbah Lasiyo masih sempat berkomunikasi dan meminta doa. Ketika dijenguk kembali di RSUP Dr. Kariadi, kondisinya sudah mulai melemah.

Ia juga menceritakan bahwa terakhir kali berkunjung ke rumah almarhum adalah menjelang Suronan, ketika diminta menghadiri pagelaran wayang sebagai bagian dari tradisi pelestarian budaya.

Sejak pagi, pelayat telah berdatangan ke rumah duka di Desa Klopoduwur. Sebelum dimakamkan, jenazah Mbah Lasiyo dishalatkan di Masjid Baitul Hadi bersama para peziarah dan jajaran Pemkab Blora. Prosesi pemakaman dilaksanakan siang harinya di area Situs Mbah Samin Suro Engkrek, yang tak jauh dari kediaman almarhum.

Berbagai karangan bunga memenuhi halaman Pendopo Kampung Samin Karangpace, mulai dari institusi daerah, BUMN, BUMD, hingga pejabat nasional seperti Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si., sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan ketokohan Mbah Lasiyo bagi masyarakat Blora.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.