Kawasan Aceh dan beberapa wilayah Sumatera kembali dilanda bencana hebat — banjir bandang dan longsor — yang telah menelan 72 korban jiwa hingga Kamis (28/11/2025). Banyak jalan nasional, jembatan, dan jalur transportasi terputus total, membuat akses dan distribusi logistik ke daerah terdampak kian sulit.
Di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), turun langsung meninjau dampak banjir. Ia menyatakan bahwa beberapa ruas jalan nasional kini putus total, sehingga mobilisasi bantuan dan evakuasi warga sangat terhambat.
Sebelumnya, BPBD Provinsi Aceh mencatat bahwa hingga saat ini sudah ada 119.988 jiwa terdampak bencana, dengan ribuan rumah terendam, akses jalan dan jembatan rusak, dan banyak desa yang kini terisolasi.
Warga yang terdampak kini mulai panik karena logistik semakin menipis — air bersih, makanan, serta obat-obatan sulit dijangkau akibat putusnya akses. Situasi diperparah oleh rusaknya jaringan komunikasi di beberapa titik, mempersulit koordinasi penyelamatan dan distribusi bantuan.
Pemerintah Aceh telah menetapkan status tanggap darurat sejak 28 November 2025, berlaku selama 14 hari, dan mengerahkan helikopter serta tim penyelamat untuk menjangkau daerah-daerah terisolir yang tidak dapat diakses lewat jalur darat.