Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/6/2026) sore. Massa tiba setelah melakukan long march dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menuju gedung parlemen sekitar pukul 15.50 WIB.
Dalam aksi tersebut, peserta yang mengenakan jas almamater berwarna biru tampak membawa bendera organisasi serta spanduk berisi sejumlah tuntutan. Sepanjang perjalanan menuju lokasi aksi, massa juga mengumandangkan yel-yel melalui mobil komando yang memimpin jalannya demonstrasi.
Setibanya di depan Gedung DPR RI, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), massa sempat menghentikan laju pergerakan dan membentuk barisan yang meluas hingga menutup seluruh jalur di Jalan Gatot Subroto. Aksi tersebut berlangsung sekitar lima menit dan sempat memicu kepadatan lalu lintas serta suara klakson kendaraan yang bersahutan.
Sejumlah pengendara dilaporkan mencoba menerobos barisan mahasiswa, hingga terjadi adu mulut di lokasi. Setelah itu, massa kembali mengatur posisi dan membentuk lingkaran besar mengelilingi mobil komando untuk melanjutkan orasi secara bergiliran.
Di sekitar lokasi, tampak pula kelompok massa lain dari Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) yang sudah lebih dahulu menggelar aksi sejak pagi hari. Kehadiran dua kelompok massa tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar DPR RI mengalami penyempitan jalur dan sempat tersendat, meski kemudian kembali berangsur normal setelah melewati titik aksi.
Sebelumnya, Pengurus Besar PMII telah mengumumkan rencana aksi bertajuk “Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran”. Dalam aksi tersebut, PMII mengklaim akan mengerahkan sekitar 3.000 massa dengan membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penguatan ekonomi nasional, evaluasi kabinet, hingga desakan perbaikan kebijakan di berbagai sektor.
Pihak kepolisian sendiri menurunkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. Aparat juga melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional guna mengantisipasi kepadatan di sekitar kawasan DPR RI dan mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung.