Selasa, Juni 23, 2026

Prabowo Kebingungan: Ekonomi RI Katanya Meroket, Tapi Kok Rakyat Miskin Malah Tambah Banyak?

Di tengah berbagai laporan yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti persoalan pemerataan hasil pembangunan. Ia menilai capaian ekonomi nasional belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia mempertanyakan kondisi di mana perekonomian nasional disebut terus bertumbuh, namun masih banyak masyarakat yang belum merasakan dampak positifnya secara langsung.

Prabowo menjelaskan, jika ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata sekitar lima persen setiap tahun selama tujuh tahun terakhir, maka secara akumulatif kekuatan ekonomi nasional seharusnya mengalami peningkatan yang cukup besar. Namun, menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Ia mengaku heran karena di tengah narasi pertumbuhan ekonomi yang positif, jumlah masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi justru masih tinggi. Bahkan, kelompok masyarakat kelas menengah yang sebelumnya berhasil keluar dari tekanan ekonomi disebut kembali mengalami penurunan kondisi kesejahteraan.

Menurut Prabowo, situasi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi hasil pembangunan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.

Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa kekayaan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia harus memberikan manfaat bagi seluruh rakyat, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Ia menilai pemerataan hasil pembangunan menjadi faktor penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya melihat kondisi yang terjadi secara jujur dan objektif. Menurutnya, pemerintah perlu berani mengakui berbagai persoalan yang masih ada agar dapat menemukan solusi yang tepat untuk memperbaiki sistem yang dinilai belum mampu menciptakan pemerataan secara optimal.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan semata, melainkan juga dari kemampuan negara menghadirkan keadilan ekonomi dan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.