Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai dinamika yang mengiringi kasus Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menunjukkan adanya banyak kepentingan yang saling terkait.
Hal itu disampaikan Mahfud dalam perbincangannya bersama Denny Sumargo di sebuah podcast yang kemudian ramai diperbincangkan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud menggambarkan Febrie sebagai figur yang memiliki pengaruh besar di lingkungan penegakan hukum. Menurutnya, kekuatan itu bukan semata-mata berasal dari penguasaan dokumen perkara, melainkan dari pengetahuan yang dimiliki mengenai berbagai pihak.
“Banyak orang berkepentingan melindungi dia, karena dia dianggap memegang banyak kartu as,” ujar Mahfud dalam podcast tersebut.
Mahfud menjelaskan bahwa yang dimaksud “kartu as” bukanlah berkas perkara tertentu, tetapi informasi atau pengetahuan tentang orang lain yang dinilai dapat berdampak luas apabila diungkap. Ia menilai persoalan utama terletak pada potensi efek berantai jika Febrie memilih melakukan perlawanan.
Menurut Mahfud, dampak dari langkah tersebut bisa menjalar ke berbagai arah, baik ke atasan, rekan sejajar, maupun pihak di bawahnya. Karena itu, ia menilai perlindungan yang muncul terhadap Febrie lebih didorong oleh kepentingan masing-masing pihak daripada sekadar faktor simpati pribadi.
Pernyataan Mahfud tersebut menambah sorotan publik terhadap perkembangan kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah, meski hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Febrie terkait pandangan yang disampaikan mantan Menko Polhukam tersebut.