Kamis, Juli 30, 2026

Eks Koruptor Aliran Dana BI Burhanuddin Abdullah Masuk Bursa Calon Gubernur BI!

JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024, Burhanuddin Abdullah, mulai ramai disebut sebagai salah satu kandidat kuat Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.

Meski namanya masuk dalam bursa calon, pemerintah belum memberikan kepastian mengenai sosok yang akan diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.

Saat dimintai tanggapan terkait munculnya nama Burhanuddin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memilih irit bicara. Ia meminta publik menunggu keputusan resmi dari Presiden.

“Kita tunggu saja dulu,” ujar Airlangga, Selasa (29/7).

Burhanuddin bukan sosok baru di dunia ekonomi dan kebijakan moneter. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada periode 2003–2008. Sebelumnya, ia juga dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Karier internasionalnya juga cukup panjang. Burhanuddin pernah menjadi Assistant Executive Director di Dana Moneter Internasional (IMF) yang mewakili sejumlah negara di Asia Tenggara dan Pasifik. Sekembalinya ke Indonesia, ia kembali mengemban berbagai jabatan strategis di Bank Indonesia.

Burhanuddin juga aktif dalam berbagai peran strategis di pemerintahan. Pada Pemilu 2024, ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Selain itu, ia disebut sebagai Ketua Tim Pakar dan inisiator Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Di luar kiprahnya tersebut, Burhanuddin juga pernah ditunjuk sebagai Dewan Penasihat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Fuad Bawazier dan Sahala Benny Pasaribu untuk memberikan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan strategis terkait persaingan usaha dan UMKM.

Di sisi lain, Burhanuddin pernah tersandung kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia. Pada 2008, ia divonis lima tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam perkara penggunaan dana Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI) senilai Rp100 miliar.

Hingga kini, Presiden Prabowo belum mengumumkan nama calon Gubernur BI yang akan diajukan kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Burhanuddin Abdullah menjadi salah satu nama yang terus mencuat di tengah proses penentuan pimpinan baru bank sentral tersebut.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.