Keputusan PSSI mengganti Shin Tae-yong (STY) kini kembali menjadi sorotan setelah Timnas Indonesia mengalami serangkaian kegagalan. Publik mempertanyakan keputusan mengganti pelatih asal Korea Selatan tersebut, terlebih STY sebelumnya berhasil membawa Garuda mencatat sejumlah pencapaian penting.
STY dipecat pada Januari 2025, ketika Timnas Indonesia masih berada dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Garuda bahkan berhasil mengalahkan Arab Saudi 2-0 dalam laga kualifikasi. Setelah pergantian pelatih, performa tim justru dinilai belum memberikan hasil yang diharapkan.
Nama Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun ikut menjadi sorotan karena keputusan pergantian pelatih tersebut. Kritik publik semakin menguat setelah Indonesia mengalami sejumlah kegagalan di berbagai ajang.
Beberapa kegagalan yang menjadi sorotan antara lain gagal melaju ke Piala Dunia 2026, tersingkir dari Piala AFF 2026, serta kegagalan Timnas U-23 di sejumlah kompetisi regional dan kontinental.
Sebelumnya, STY justru membawa Indonesia mencatat sejumlah kemajuan. Di antaranya mengantarkan Timnas ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sekaligus membantu meningkatkan posisi Indonesia di ranking FIFA.
Putra STY, Shin Jae-won, bahkan pernah mempertanyakan keputusan PSSI memberhentikan ayahnya. Ia menilai STY telah memberikan kontribusi besar selama sekitar lima tahun menangani Timnas Indonesia.
“Mari kita lihat sejauh mana kalian bisa melaju tanpanya. Dia telah memberikan semuanya untuk menempatkan Timnas Indonesia sampai sejauh ini,” tulis Shin Jae-won dalam kolom komentar Instagram PSSI.
Ia juga menyinggung perjalanan Indonesia yang menurutnya meningkat signifikan selama kepemimpinan sang ayah.
“Ia menaikkan 50 peringkat di FIFA dalam 5 tahun dan mencapai peringkat 3 di Kualifikasi Piala Dunia, lalu sekarang malah dipecat,” ujarnya.
Kini, setelah berbagai hasil mengecewakan, publik kembali membandingkan era STY dengan pelatih-pelatih setelahnya.
Pertanyaannya bukan sekadar soal siapa yang salah, tetapi apakah keputusan mengganti STY ketika Timnas sedang berada di jalur kompetitif memang menjadi langkah yang tepat bagi masa depan sepak bola Indonesia.