Rabu, Agustus 12, 2026

KKB Tantang Pemerintah Perang, Ultimatum Yang Selenggarakan Upacara  HUT RI di Papua Bakal Dihabisi!

Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, situasi keamanan di Wamena, Papua Pegunungan, kembali memanas. Kelompok bersenjata dari faksi KOMNAS TPNPB mengklaim siap perang di Kota Wamena dan mengancam warga serta pelajar yang mengikuti upacara kemerdekaan.

Ancaman tersebut disampaikan melalui siaran pers berbahasa Inggris yang beredar Minggu (9/8/2026). Pernyataan itu dikaitkan dengan Mayor Ebarowak Gwijangge yang mendaku sebagai Komandan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Albu.

“Kami siap perang di Kota Wamena. Silakan gelar perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta, bukan di Papua,” tegas Ebarowak.

Ia meminta masyarakat dan pejabat Papua tidak menggelar upacara HUT RI di Kota Wamena. Ebarowak juga menyarankan pihak yang disebutnya sebagai agen pemerintah dan lembaga intelijen Indonesia merayakan kemerdekaan bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

“Agen pemerintah kolonial Indonesia dan lembaga intelijennya disarankan menggelar upacara bersama Prabowo Subianto di Jakarta,” ujarnya.

Ancaman kemudian diarahkan kepada warga sipil, termasuk pelajar yang mengikuti upacara.

“Jika kami menemukan warga Papua dan anak-anak sekolah berpartisipasi dalam upacara-upacara tersebut di Kota Wamena atau kabupaten lain di Papua, kami siap menembak mati mereka kapan saja dan di mana saja,” kata Ebarowak.

Kelompok tersebut juga meminta seluruh aktivitas sipil terkait perayaan HUT RI dihentikan dan mengancam melabeli warga yang terlibat sebagai mata-mata pemerintah.

Ebarowak mengklaim pasukannya telah bersiaga di Kota Wamena serta menyerukan penghentian aktivitas di jalur Trans-Wamena. Namun, klaim mengenai keberadaan pasukan tersebut masih perlu diverifikasi aparat keamanan.

Dalam pernyataan yang sama, Ebarowak menyinggung konflik sebelumnya dengan aparat. Ia mengklaim serangan pada 15 April 2023 dilakukan sebagai balasan atas tewasnya Mayor Wisilul Gwijangge pada 24 Maret 2023. Ia mengklaim 15 personel militer Indonesia tewas dalam serangan tersebut. Klaim ini belum diverifikasi secara independen.

Ancaman terbaru muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah pegunungan Papua menjelang HUT RI. Selain itu insiden kekerasan di sekitar Festival Lembah Baliem dan seruan penghentian aktivitas di jalur Trans-Wamena turut meningkatkan kekhawatiran masyarakat.

Dari peristiwa menegangkan tersebut, aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan di Wamena dan wilayah sekitarnya untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta melindungi masyarakat sipil.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.