KALIMANTAN SELATAN — Gubernur Kalsel Muhidin menilai kondisi karhutla di sejumlah wilayah mulai mereda setelah meninjau lokasi di Jalan Tegal Arum, Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026). Ia menyebut kondisi di lapangan tidak separah informasi yang beredar di media sosial.
Saat peninjauan, Muhidin tidak melihat adanya helikopter yang melakukan water bombing. Menurutnya, pengerahan helikopter biasanya dilakukan ketika kebakaran berada dalam kondisi parah.
“Heli pun gak ada hari ini. Heli itu biasanya kalau parah pasti sudah water bombing. Nah ini tidak ada terlihat, berarti tidak parah lagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut juga sejalan dengan hasil peninjauan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di lokasi yang sama. KSAL menilai kondisi karhutla di Kalsel, khususnya wilayah yang ditinjau, tidak separah informasi yang beredar di media sosial.
Namun, kondisi tersebut kemudian berubah seiring penguatan penanganan karhutla. BNPB kini mengoperasikan empat helikopter water bombing di Kalsel, seluruhnya dikerahkan untuk membantu pemadaman pada Senin.
Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan sebelumnya hanya ada tiga helikopter yang beroperasi selama sebulan terakhir. Satu helikopter tambahan didatangkan dari operasi karhutla di Riau.
Berdasarkan catatan BNPB, operasi udara di Kalsel telah melakukan 243 kali bom air dengan total lebih dari 1 juta liter air yang dijatuhkan ke area terbakar yang sulit dijangkau petugas darat.
Penguatan operasi udara diharapkan membuat pemadaman semakin optimal.
Sementara itu, petugas gabungan di darat juga terus melakukan pemadaman sesuai pembagian wilayah tugas.
Meski hotspot sempat turun menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus, jumlahnya kembali tercatat 44 titik pada 23 Agustus pagi di sejumlah wilayah, termasuk Banjar, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.
Muhidin pun mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan segera menangani api agar tidak meluas. Pemerintah berharap titik api dan asap terus menurun sehingga kondisi karhutla Kalsel tetap terkendali.