JAKARTA — Niat menggalang bantuan untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) justru membuat Raffi Ahmad menjadi sorotan. Sejumlah warganet mempertanyakan penggunaan rekening perusahaan pribadinya dalam penggalangan donasi yang turut mencantumkan logo resmi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia.
Sorotan muncul setelah akun Instagram @raffinagita1717 mengunggah pamflet donasi untuk korban bencana NTT. Dalam poster tersebut, tercantum logo Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni berdampingan dengan logo RANS Entertainment.
Masyarakat kemudian diarahkan untuk menyalurkan bantuan melalui QRIS atau transfer ke rekening Bank BNI atas nama PT RANS Entertainment Indonesia.
Penggunaan rekening badan usaha swasta tersebut menjadi titik utama kritik di media sosial.
Warganet mempertanyakan alasan penggalangan dana yang membawa simbol institusi kepresidenan justru menggunakan rekening perusahaan milik Raffi Ahmad.
Sejumlah pengguna media sosial juga menyoroti aspek transparansi dan etika. Mereka mempertanyakan bagaimana mekanisme pencatatan, pengelolaan, hingga penyaluran dana nantinya dilakukan, mengingat penggalangan tersebut dikaitkan dengan aksi kemanusiaan dan jabatan publik.
Kekhawatiran mengenai potensi konflik kepentingan turut bermunculan. Sebagian warganet menilai penggunaan identitas perusahaan dalam kegiatan sosial yang membawa nama institusi negara dapat menimbulkan persepsi adanya kepentingan privat di balik aksi kemanusiaan.
Di tengah polemik tersebut, sejumlah pengguna media sosial mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyalurkan bantuan. Mereka menyarankan donasi diberikan melalui lembaga kemanusiaan atau institusi resmi yang memiliki mekanisme pengelolaan dana yang jelas dan transparan.
Sorotan ini pada akhirnya tidak hanya menyangkut penggalangan dana untuk korban bencana NTT, tetapi juga mempertanyakan batas antara peran pejabat publik, aktivitas perusahaan pribadi, serta kegiatan sosial yang menggunakan simbol negara.