PEKANBARU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Meski siswa TK hingga SMP harus belajar dari rumah, makanan MBG tetap dimasak dan didistribusikan ke sekolah.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tenayan Raya, Dermawansyah, mengatakan dapur MBG tetap beroperasi seperti biasa pada Senin (24/8/2026).
“Dapur kami masih masak hari ini. Masih beroperasi seperti biasa dan didistribusikan ke sekolah,” kata Dermawansyah.
Sebanyak 2.606 porsi MBG telah disiapkan dan dikirim ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Karena kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, orangtua siswa diminta datang ke sekolah untuk mengambil makanan bagi anak mereka.
“Setelah kami antar ke sekolah, orangtua murid yang menjemput, karena sekarang kan belajar daring,” ujarnya.
Selain untuk siswa, makanan juga tetap disalurkan ke posyandu bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang masuk kelompok 3B.
Sekolah Daring karena Kualitas Udara Memburuk
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan pembelajaran daring bagi siswa TK hingga SMP mulai Senin. Kebijakan tersebut diambil karena kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla.
Dengan pembelajaran dilakukan dari rumah, siswa tidak perlu terpapar langsung asap saat beraktivitas di luar ruangan. Guru tetap memberikan tugas selama proses belajar daring berlangsung.
Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap di Riau dilaporkan semakin pekat seiring munculnya sejumlah titik karhutla. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap menjalankan distribusi MBG dengan menyesuaikan mekanisme pengambilan makanan oleh orangtua siswa.