Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali menjadi sorotan setelah dua tokoh yang namanya tercantum sebagai kontributor disebut tidak pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.
Dua nama yang dipersoalkan adalah KH Muhammad Abdurrahman Kautsar alias Gus Kautsar dan TGB Muhammad Zainul Majdi.
Buku yang diluncurkan pada Agustus 2025 itu diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Nama Gus Kautsar tercantum sebagai penulis bab “Dukungan Pesantren untuk Presiden Prabowo Subianto”.
Namun, keterlibatan Gus Kautsar kemudian dipertanyakan oleh istrinya, Ning Jazilah Annahdliyah. Dalam klarifikasi yang beredar, ia menyebut tidak ada izin dari Gus Kautsar terkait pencantuman nama tersebut sebagai kontributor.
Persoalan serupa muncul pada nama TGB. Dalam daftar isi buku, TGB tercatat sebagai penulis bab “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan”.
Namun, melalui akun @tuangurubajang, TGB memberikan respons ketika ditanya mengenai keterlibatannya. Ia menyatakan, “Saya tidak pernah kirim tulisan.”
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses penyusunan buku, khususnya bagaimana materi dan nama kedua tokoh tersebut bisa tercantum sebagai kontributor.
Buku Islam ala Prabowo sendiri tidak ditulis langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Buku tersebut disusun oleh sejumlah penulis dan melibatkan sejumlah tokoh dalam bagian-bagian tertentu.
Polemik ini pun tidak semata-mata menyangkut keberadaan nama Gus Kautsar dan TGB di dalam buku, melainkan mengenai dasar pencantuman nama mereka sebagai penulis atau kontributor.
Hingga kini, persoalan tersebut masih membutuhkan penjelasan dari tim penyusun maupun pihak yang menginisiasi buku, terutama terkait proses editorial dan persetujuan para tokoh yang namanya dicantumkan.