JAKARTA — Kabar buruk buat kaum pelajar yang selama ini hobi bermalas-malasan dan mengandalkan sistem ‘auto-lulus’! Era di mana semua siswa dijamin pasti naik kelas tampaknya akan segera berakhir. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melempar wacana mengejutkan untuk kembali memberlakukan kebijakan siswa tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027 mendatang.
Manuver tegas ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah untuk menggenjot mutu pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Air. Mu’ti blak-blakan menyebut bahwa rencana ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan tindak lanjut dari desakan sejumlah pihak, termasuk Dewan Pendidikan.
“Terkait peningkatan mutu, kami mendapatkan masukan, supaya kebijakan tidak naik kelas diberlakukan lagi. Ini rekomendasinya Dewan Pendidikan,” kata Abdul Mu’ti, dikutip Rabu (7/10/2026).
Mendikdasmen menyoroti sebuah fenomena meresahkan di kalangan siswa yang ia sebut sebagai “rumus RMS” alias Rajin Malas Sama Saja. Sistem ‘pasti naik kelas’ yang berjalan saat ini dinilai telah membunuh motivasi akademik, di mana siswa merasa tak perlu berjuang keras karena hasil akhirnya akan disamaratakan.
Pemerintah ingin merombak mentalitas tersebut agar anak didik kembali memiliki daya juang.
“Mereka harus kita biasakan punya jiwa yang rajin belajar, kemudian siap untuk berkompetisi, dan anak-anak yang tangguh seperti yang sering disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Abdul Mu’ti dengan tegas.
Meski wacananya sudah menggaung kuat, kebijakan ini belum akan dieksekusi dalam waktu dekat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini masih mematangkan kajian dan menunggu lampu hijau serta masukan komprehensif dari para pakar pendidikan agar penerapannya nanti tidak hanya berorientasi pada nilai di atas kertas.
“Dan kalau rekomendasi itu bisa berasal dari pertemuan ini, saya kira langkah kami untuk menerapkan kebijakan itu akan semakin mantap karena dukungan dari para ahli,” tuturnya menutup penjelasan.