MELIHAT INDONESIA – PCOS sering bikin Perempuan stress, bahkan hingga depresi.
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah penyakit Ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon.
Dalam kondisi PCOS, sel telur dalam ovarium tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan.
Sel telur tersebut justru membentuk kista berukuran sangat kecil di ovarium.
Hal ini menyebabkan sel-sel telur tidak bisa berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.
Sehingga, wanita yang menderita PCOS seringkali tidak mengalami menstruasi dan sulit untuk hamil atau bahkan infertilitas.
Perempuan yang mengalami PCOS memiliki kadar hormon yang tidak teratur, sehingga berdampak juga pada suasana hati atau mood seseorang.
Hal ini memicu perubahan mood secara terus-menerus yang berpotensi menyebabkan stres dan depresi.
Berikut gejala dan penyebab PCOS yang di alami wanita.
Gejala PCOS
- Siklus menstruasi yang tidak teratur
Wanita yang menderita PCOS mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Penderita PCOS hanya akan mengalami haid kurang dari 8-9 kali dalam setahun, atau siklus menstruasinya datang setiap 21 hari atau lebih sering. Bahkan, dalam beberapa kasus, pengidap tidak lagi bisa mengalami menstruasi sama sekali.
- Pertumbuhan rambut yang berlebih
Pertumbuhan rambut berlebih pada wajah, dagu, bawah hidung (kumis), yang disebut dengan hirsutisme.
- Warna kulit berubah menjadi lebih gelap
Kulit menjadi gelap, terutama pada daerah lipatan dan selangkangan. Tanda ini menjadi salah satu gejala yang cukup terlihat pada fisik.
- Gangguan pada berat badan
Penderita PCOS dapat mengalami tanda pada berat badan yang terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita PCOS kesulitan menurunkan berat badan hingga mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa.
Penyebab PCOS
- Faktor Genetik
Penelitian menunjukan bahwa seseorang yang memiliki keluarga dengan Riwayat PCOS, berisiko tinggi terkena kondisi yang sama.
- Kelebihan Hormon Insulin
Hormon insulin adalah hormon yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Insulin yang belebih akan membuat tubuh meningkatkan produksi hormon androgen dan mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin.
Dalam waktu tertentu, kondisi tersebut bisa memicu PCOS. (*)