Kamis, Juni 4, 2026

Gubernur Pramono Tekankan Percepatan NCICD 2026 untuk Redam Ancaman Rob Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan percepatan pembangunan proyek raksasa National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) sebagai langkah strategis menahan laju rob yang kembali mengancam kawasan pesisir ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan sejumlah segmen penting di garis pantai Jakarta akan menjadi prioritas utama pada tahun 2026.

Gubernur Pramono menyampaikan bahwa proyek NCICD merupakan fondasi penting perlindungan Jakarta jangka panjang. Ia meminta seluruh jajaran terkait, terutama Dinas Sumber Daya Air (SDA), mempercepat pengerjaan di lapangan.

“Saya meminta kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melanjutkan pembangunan di tahun 2026 ini untuk NCICD,” ucapnya saat ditemui di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).

Menurut Pramono, ada beberapa titik dengan risiko rob paling tinggi yang harus segera dituntaskan.

“Pekerjaan yang saya minta untuk dilanjutkan itu pertama adalah segmen Asahimas panjangnya 1,2 kilometer, segmen Ancol Barat Seafront sepanjang 0,8 kilometer, dan Tanggul Mitigasi Muara Angke selanjang 1,1 kilometer,” ujarnya.

Dari sejumlah titik prioritas, Pramono menegaskan bahwa langkah paling mendesak adalah pengerjaan tanggul di kawasan Pantai Mutiara.

“Untuk tahun 2026 yang paling utama adalah di Pantai Mutiara, kurang lebih 43 meter sisi timur dan 100 meter di sisi barat,” tuturnya.

Rob Jadi Peringatan Serius
Rob yang melanda beberapa wilayah pesisir Jakarta dalam beberapa hari terakhir disebut Pramono sebagai “alarm keras”. Ia menegaskan bahwa pengerjaan NCICD tidak boleh lagi menemui hambatan.

Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta memiliki tugas menyelesaikan pembangunan tanggul sepanjang 28,279 kilometer. Hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai 11,77 kilometer atau 41,7 persen, sehingga masih terdapat 16,509 kilometer yang harus diselesaikan.

Pembangunan tanggul pesisir tersebar di delapan klaster lokasi, dengan progres sebagai berikut:

  • Kamal Muara: 0,765 km (seluruh target telah selesai).
  • Muara Angke: dari target 5,265 km, baru 1,802 km terbangun; tersisa 3,463 km.
  • Pluit: dari target 5,550 km, baru 0,390 km terbangun; tersisa 5,160 km.
  • Muara Baru – Pantai Timur: seluruh target 4,008 km telah selesai.
  • Sunda Kelapa: dari target 2,805 km, baru 1,200 km terbangun; tersisa 1,605 km.
  • Ancol: hampir selesai; dari 2,070 km, telah terbangun 2,020 km; tersisa 0,050 km.
  • Marunda: dari target 4,556 km, baru 1,585 km selesai; tersisa 2,971 km.
  • Tanjungan: belum ada progres dari target 3,260 km.

Dengan ancaman rob yang terus meningkat, fokus percepatan NCICD pada 2026 diproyeksikan menjadi penentu keselamatan dan keberlanjutan kawasan pesisir Jakarta dalam jangka panjang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.